oleh

253 WBP Rutan Butuh Perhatian

MAMUJU – Usai diguncang gempa hebat bekekuatan 6,2 magnitudo berpusat di Majene, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Mamuju, rusak parah. Petugas jaga dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menjadi korban.

Kepala Rutan Kelas IIB Mamuju, I Gusti Lanang menjelaskan, saat ini dua orang petugas Rutan Mamuju mengalami luka dan satu orang warga binaan harus dirawat di RSUD Regional Sulbar karena patah tangan tertimpa runtuhan bangunan.

“Satu petugas luka sobek di pergelangan tangan karena terpaksa memukul kotak kunci kamar WBP untuk membuka kamar WBP. Satunya jari kakinya patah karena lompat dari pos menara pemantau,” kata I Gusti Lanang, saat dikonfirmasi di Rutan Mamuju, Selasa 19 Januari.

Ia menyebut, tak ada satu pun warga binaan melarikan diri saat gempa terjadi. Semua warga binaan saat ini ada di Rutan Mamuju.

“Warga binaan kami 253 orang. Satu orang ada di RS. Lainnya dalam kondisi aman. Logistik sudah banyak bantuan dari Lapas dan Rutan dari luar Mamuju,” ujarnya.

Baca Juga  Tetap Tekankan Prokes Covid-19, Cinepolis Matos Beroperasi Kembali

Selain korban luka, I Gusti Lanang, menuturkam gempa juga mengakibatkan kerusakan hampir semua bagian rutan. Tembok rutan di bagian kiri, kanan dan belakang rubuh total.

Saat ini pihak rutan terpaksa harus membuat dinding darurat dari seng bekas. Satu kamar hunian warga binaan juga rusak parah. Saat kejadian seluruh jaringan listrik di Rutan juga terputus.

Baca Juga  Reskrim Polsek Urban Mamuju Buru Sindikat Pencuri Hingga ke Donggala

“Warga binaan saat ini tidur di musala. Belum ada tenda, kami sedang meminta bantuan tenda, tempat mereka istirahat. Yang mendesak juga alat mandi. Bangunan sudah tidak layak,” jelasnya.

Pihak rutan juga menyiapkan fasilitas komunikasi untuk warga binaan yang ingin berkomunikasi dengan keluarganya.

“Keluarga warga binaan yang mau ketemu kami juga persilakan,” tandasnya. (idr/sol)

Komentar

News Feed