MAMUJU- Meskipun Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Polewali Mandar, Sulawesi Barat, masih terbilang jauh, beberapa nama mulai mencuat. Tak terkecuali nama Andi Ruskati Ali Baal Masdar, dalam sepekan terakhir mulai jadi perbincangan hangat.
Figur Andi Ruskati memang bukan orang baru di kancah politik Sulawesi Barat, khususnya Polewali Mandar. Sebelum menjadi anggota DPR RI, Andi Ruskati mendampingi suami tercintanya Ali Baal Masdar yang menjabat Bupati Polewali Mandar dua periode.
Dimintai pendapat mencuatnya figur Anggota Komisi IX DPR RI dari Partai Gerindra , ini di Pilkada Polman, Direktur Eksekutif Celebes Reseach Institute (CRI), Muhaimin Faisal, menilai hal tersebut wajar. Bahkan, menurutnya dengan munculnya nama Andi Ruskati, bisa menjadi efek kejut yang luar biasa.
“Saya kira bukan politik namanya kalau tidak penuh dengan kejutan dan keterkejutan. Pilkada Polman masih sangat jauh, banyak kejutan akan mengacaukan nama-nama yang sudah beredar di Polman,” jelas Muhaimin Faisal, Selasa (6/7/2021) siang.
Kejutan dan keterkejutan tersebut, tandas Muhaimin Faisal, termasuk internal penerus tahta klan Masdar.
“Saya percaya bahwa kekuasaan itu candu yang akan membuat siapapun yang ingin dari klan Masdar tidak akan mudah untuk mereka sepakati. Dalam situasi demikian, bisa saja muncul figur alternatif sebagai jalan tengah dari intrik keluarga. Kalau saya mencoba menggoda dengan opsi lain misalnya Andi Ruskati,” kilahnya.
Dia lalu memberi gambaran realitas politik, bahwa Andi Ruskati sudah dua kali duduk sebagai wakil Sulawesi Barat di DPR RI. Ini menggambarkan bahwa dia (Andi Ruskati, red) adalah figur kuat secara elektoral.
Muhaimin Faisal mengatakan, variabel sosiologis demografis hari-hari belakangan tidak signifikan memengaruhi preferensi politik. Signifikansi justru terjadi pada faktor-faktor psikologis. Direktur Eksekutif CRI ini menyebut perhatian, kesederhanaan, keramahan dan santun yang dimiliki seorang Andi Ruskati.
“Saya kira, dia akan menjadi magnet kuat untuk membuat para calon wakil menawarkan diri, dan akan merubah total mapping politik di Polman. Ya, secara otomatis juga akan mengurangi nyali beberapa nama yang sudah beredar,” tandas pria kelahiran Tinambung, Polman ini.
Menurut Muhaimin Faisal, sesuai dengan pemetaan politik yang dilakukan CRI, sesungguhnya figur Andi Ruskati terbilang kuat untuk ukuran Pilkada Polman. Bahkan, menurutnya, pertarungan paling menantang bagi seorang Andi Ruskati sebenarnya ada di Pilgub Sulbar.
“Hanya saja, bagi saya jika itu terjadi (Andi Ruskati maju di Pilkada Polman, red), itu menjadi tidak linear dengan peta kerja-kerja politiknya selama dua periode di Senayan. Kalau mau linear dia harus berani ambil keputusan untuk bertarung di Pilgub Sulbar. Itu baru menantang, sebab kalau hanya di Pilkada Polman dia terlalu kuat,” tuturnya. (sur/red)
Editor: Sulaeman Rahman











Komentar