Mamuju, Siberindo.co – Rabu (11/11/2020) BPOM di Mamuju bersama anggota Komisi IX DPR RI Andi Ruskati Ali Baal melakukan Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat melalui Komunikasi, Informasi dan Edukasi Obat dan Makanan.
Kali ini sosialisasi berlangsung di dua tempat yaitu desa Lebani dan desa Labuan Rano kecamatan Tappalang Barat kabupaten Mamuju. Kegiatan berlangsung dengan menerapkan 3M, Memakai Masker dengan benar, Mencuci tangan dengan sabun dan Menjaga Jarak. Bagi peserta yang tidak taat pada 3M tidak diperkenankan mengikuti sosialisasi.
Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat melalui Komunikasi, Informasi dan Edukasi Obat dan Makanan bertujuan untuk memberi informasi dan menambah wawasan masyarakat mengenai obat dan makanan.
Pada kesempatan ini BPOM di Mamuju dan Andi Ruskati Ali Baal melakukan dialog degan peserta sosialisasi.
Andi Ruskati mengatakan selaku anggota komisi IX DRP RI yang bermitra dengan BPOM akan rutin melakukan sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat melalui Komunikasi, Informasi dan Edukasi Obat dan Makanan. Mengigngat pentingnya mengedukasi masyarakat tentang obat dan Makanan.
“Ini adalah tugas dan bagian dari pengabdian kami. Fakta saat ini masih ada diantara kita yang tidak paham akan standar obat dan makanan yang sehat untuk dikonsumsi,” ujar Andi Ruskati Ali Baal.
Dirinya menambahkan penggunaan obat dari luar seperti kosmetik saat ini banyak dilakukan secara tidak benar dan peredaran kosmetik secara illegal juga masih banyak ditemukan di masyarakat.
“Kita masih sering mendengar informasi dan membaca berita bahwa ditemukan kosmetik tidak memiliki izin edar dipasarkan melalui online. Semestinya kita harus bijak dalam hal ini, jangan sekali-kali tergiur dan menggunakan kosmetik abal-abal karena akan merugikan diri sendiri,” tambah perempuan berkacamata ini.
Manurut Andi Ruskati, masyarakat harus menjadi konsumen cerdas dengan tidak menggunakan suatu produk kecantikan yang menawarkan cantik instan namun tidak memenuhi standar kesehatan.
“Sebaiknya kita lakukan cek KLIK sebelum membeli suatu produk. Jika cek KLIK telah dilakukan dan memenuhi standar maka silahkan digunakan, itu artinya produk tidak berbahaya,” jelasnya.
Kepala BPOM di Mamuju Netty Nurmuliawati menjelaskan bahwa cek KLIK wajib dilakukan sebelum membeli dan menggunakan produk.
“Kita harus tahu langkah-langkah sebelum membeli obat dan makanan yaitu dengan melakukan cek KLIK. Cek KLIK yang pertama adalah kita cek Kemasannya, pastikan kemasan produk dalam kondisi baik, tidak berlubang, sobek dan tidak karatan atau penyok. Cek yang kedua adalah cek labelnya. Baca informasi produk yang tertera pada labelnya dengancermat. Yang ketiga cek Izin Edarnya, pastikan produk tersebut mempunyai Iziin Edar dari Badan POM. Dan yang keempat adalah cek Kedaluwarsanya. Pastikan produk tidak melebihi masa kedaluwarsanya,” jelas Netty Nurmuliawati.
Netty Nurmuliawati juga menanggapi pertanyaan peserta tentang syarat dan prosedur ketika akan membuka suatu usaha rumahan. Dirinya mengatakan pihak BPOM siap memberi informasi dan membantu pada proses perizinan.
“Pihak kami siap memberikan edukasi dan informasi terkait perizinan agar masyarakat yang ingin membuka usaha dapat terealisasi. Intinya adalah produk yang akan dipasarkan harus lewat uji laboratorium untuk memastikan apakah produk tersebut memenuhi standar kesehatan dan layak dikonsumsi, ” tutup Netty. (fa)











Komentar