oleh

Megawati Diangkat Jadi Profesor Kehormatan di Unhan, Nurnazila Ucapkan Selamat

MAMUJU– Presiden Republik Indonesia (RI) kelima Megawati Soekarnoputri, mendapat gelar professor kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) dari Universitas Pertahanan (Unhan) RI.

Sesuai jadwal, pengukuhan gelar professor kehormatan itu,  dilangsungkan pada sidang senat terbuka yang digelar Jumat (11/06).

Terkait hal itu, Wakil Ketua DPD PDI-Perjuangan Provinsi Sulawesi Barat mengaku bangga, dan memberikan ucapan selamat atas gelar professor kehormatan yang diberikan kepada Megawati Soekarnoputri.

“Saya Hajja Nurnazila Haji Kalammor, Wakil Ketua DPD PDI-Perjuangan Provinsi Sulawesi Barat mengucapkan, kepada ibu Megawati Soekarnoputri, Presiden Republik Indonesia kelima, atas pengukuhan professor kehormatan dari universitas pertahanan,“ kata Nurnazila melalui video yang diunggah di media sosial, Kamis (10/06/2021).

Baca Juga  190 Pejabat Eselon Pemprov Sulbar Ikuti Assessment

Tidak lupa, Nurnazila juga menyampaikan pesan dalam pantun berbahasa Mandar yang artinya: “Sopan santun serta ucapan baik, ramah mempertegas, pantas untuk ditiru atau diikuti.”

Melalui rilis yang diterima wartawan, Prof Dr Koh Young Hun, dari Hankook University of Foreign Studies, Seoul, Korea Selatan, memberikan penilaian terhadap Megawati, yang dianggap memiliki peran penting saat menjabat sebagai Wakil Presiden tahun 1999-2001 dan Presiden tahun 2001-2004.

Baca Juga  Sebanyak 282 Orang Caba PK TNI AD Jalani Fase Pemeriksaan Kesehatan

“Peran pentingnya juga menonjol sebagai pemimpin regional dalam membawa negara dan pemerintahan Indonesia ke tingkat pencapaian kepemimpinan tidak hanya di tingkat regional tetapi juga di tingkat global,” kata Koh Young Hun.

Dari perspektif ilmu sejarah, Prof Koh percaya kepemimpinan Megawati sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan adalah implementasi nyata dari kepemimpinan politik.

Berdasarkan sejumlah catatan, Prof Koh menilai Megawati telah menerbitkan banyak kebijakan yang sangat mendukung tugas Kemhan dan TNI, serta hubungan internasional Indonesia dengan berbagai negara di dunia.

Baca Juga  Gubernur-BPK Sulbar "Serah-Terima" LKPD-IHPD Tahun 2020

“Beliau juga banyak memberikan ide-ide akademis untuk meningkatkan hubungan baik antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Prancis dari berbagai aspek, termasuk pertahanan, serta memiliki kharisma yang unik dan kompetensi yang tinggi. Tidak hanya di bidang politik, tetapi juga di bidang ekonomi dalam memimpin Indonesia mengatasi berbagai krisis yang sangat kompleks di tahun-tahun pasca Reformasi dan membangun kepercayaan internasional kepada pemerintah Indonesia,” urai Prof Koh yang juga Kepala Pusat Budaya Indonesia Korea itu. (thaya/sur)

Komentar

News Feed