oleh

Sasar Remaja, Yamando-BEM Akper YPPP Gelar Seminar Bullying

POLMAN– Yayasan Mandar Indonesia (Yamando) bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Akademi Keperawatan YPPP Wonomulyo, menggelar screaning perilaku dan seminar bullying menyasar para remaja usia Sekolah Menengah Atas.

Kegiatan dirangkaian dengan peringatan hari kesehatan jiwa sedunia yang jatuh setiap tanggal 10 Oktober. Pelaksanaan berlangsung dua hari, 28-29 Oktober 2021, di Aula SMK YPPP Wonomulyo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

“Sesuai dengan tema hari kesehatan jiwa sedunia yakni ‘Kesetaraan dalam Kesehatan Jiwa untuk Semua’, maka panitia melaksanakan pengabdian masyarakat di sekolah dengan program deteksi dini masalah perilaku dan emosi remaja, serta kegiatan seminar dengan tajuk ” Generasi millenial Melawan Bullying’,” ungkap Direktor Yamando, Fredy Akbar K, melalui rilis yang diterima wartawan, Jumat pagi (29/10/2021).

Baca Juga  Longsor di Tutar Polman Putus Akses Jalan Dua Desa

Fredy menyebut, masa remaja merupakan masa kritis dalam siklus perkembangan seseorang. Menurutnya, di masa ini banyak terjadi perubahan dalam diri seseorang sebagai persiapan memasuki masa dewasa.

“Remaja tidak dapat dikatakan lagi sebagai anak kecil, namun ia juga belum dapat dikatakan sebagai orang dewasa. Hal ini terjadi oleh karena di masa ini penuh dengan gejolak perubahan baik perubahan biologik, psikologik, maupun perubahan sosial,“ tutur pria berkacamata ini.

Baca Juga  Berdayakan Lansia Saat Pandemi, Dinsos Polman-Yamando Launching La-Mar

Selanjutnya kata dia, dalam keadaan serba tanggung itu, seringkali memicu terjadinya konflik antara remaja dengan dirinya sendiri (konflik internal), maupun konflik lingkungan sekitarnya (konflik eksternal).

“Apabila konflik ini tidak diselesaikan dengan baik, maka akan memberikan dampak negatif terhadap perkembangan remaja tersebut di masa mendatang, terutama terhadap pematangan karakternya dan tidak jarang memicu terjadinya gangguan mental,“ tandas Fredy.

Baca Juga  Gunung Api Lontarkan 20 kali Lava Pijar

Menurut Fredy, untuk mencegah terjadinya dampak negatif tersebut, perlu dilakukan pengenalan awal (deteksi dini) perubahan yang terjadi dan karateristik remaja dengan mengidentifikasi beberapa faktor risiko dan faktor protektif.

“Sehingga, remaja dapat melalui periode ini dengan optimal serta mampu menjadi individu dewasa yang matang baik fisik maupun psikisnya,“ pungkasnya.

Diakui Fredy, dirinya berkomitmen untuk terus bergerak secara dinamis, sebagai upaya menyehatkan masyarakat, dengan konsep bekerja bersama secara kolaborasi. (rls/thaya)

Editor: Sulaeman Rahman

Komentar

News Feed