oleh

Pasca Bencana Puting Beliung, Puskesmas Dirikan Posko Kesehatan 

POLMAN– Untuk memaksimalkan pelayanan kepada warga yang terdampak bencana angin putting beliung, Dinas Kesehatan Polewali Mandar, Sulawesi Barat, melalui Puskesmas Mapilli, langsung mendirikan posko kesehatan di Desa Buku, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar.

“Insya Allah posko ini akan kita standbykan selama sepekan. Tim yang kita libatkan siap melayani warga selama 24 jam,“ ujar Kepala UPTD Puskesmas Mapilli, H Saldy Kursani kepada wartawan, usai memantau kondisi warga terdampak bencana di Desa Buku, Jumat siang (15/10/2021).

Menurut Saldy, keberadaan posko kesehatan ini penting, mengingat warga yang terdampak bencana rawan terserang penyakit, apalagi dengan kondisi cuaca yang tidak menentu.

Baca Juga  TP PKK Sulbar Dorong Penurunan Stunting dan Pernikahan Anak

“Biasanya penyakit yang bermunculan di lokasi bencana seperti pusing dan sakit maag, karena memikirkan kondisi rumah, hingga penyakit yang ditimbulkan karena cuaca,” tandas Ketua PMI Kecamatan Mapilli ini.

Kendati posko kesehatan ini ditempatkan di Poskesdes setempat, Saldy menyebut, tim yang dikerahkan akan berkeliling dari rumah ke rumah, untuk memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat.

Sebelumnya, Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar mengaku akan berupaya cepat menanggulangi potensi persoalan di Desa Buku pasca terjangan angin puting beliung.

Baca Juga  Buka Pelatihan Kepemimpinan, AIM Harap Kaum Perempuan Berani Tampil

“Saya akan berikan perhatian untuk Desa Buku, bagaimana persoalan yang ada bisa tertanggulangi secepatanya,“ ungkap Andi Ibrahim.

Andi Ibrahim menyebut, adanya genangan air di sekitar pemukiman warga yang terdampak becana angin puting beliung, berpotensi menimbulkan berbagai penyakit.

“Saya tunggu kadis PU, bagaimana mengantisipasi agar air ini bisa dikeluarkan. Agar ini bisa aman dari genangan, karena kalau banyak genangan, pasti banyak penyakit. Jangan sampai habis kita tangani ini (rumah terdampak putting beliung), nanti ada lagi penyakit lain lagi yang masuk,“ pungkasnya.

Baca Juga  Wabup Majene Harapkan Ini dalam FGD

Sebelumnya, diberitakan sedikitnya 26 rumah warga Desa Buku rusak parah usai diterjang angin puting beliung disertai hujan deras, Kamis petang (14/10), sekira pukul 17.30 wita.

Umumnya rumah yang rusak kehilangan atap yang beterangan sejauh puluhan meter akibat terjangan angin. Beberapa dinding rumah warga juga terjatuh lantaran tak kuat menahan tiupan angin. (thaya/red)

Editor: Sulaeman Rahman

Komentar

News Feed