oleh

Klaster Pesantren tak Diinginkan Terjadi Lagi

POLMAN– Kasus positif Covid-19 klaster Pesantren Syekh Hasan Yamani dengan jumlah 155 santri/santriwati mendapat tanggapan serius Camat Campalagian, Muh Ilyas Yakub, Senin (9/11/2020).

“Kita berharap klaster ini tidak terulang lagi. Karena itu, saya meminta warga untuk selalu memperhatikan protokol kesehatan,” tegas Ilyas kepada Fakta79.net, grup Siberindo.co.

Sebagai pemerintah, Camat Campalagian ini terpaksa harus memantau langsung kerumunan massa, baik hajatan keluarga, kegiatan-kegiatan sosial, maupun kerumunan kedukaan di tempat warga yang salah satu kerabatnya meninggal dunia.

“Kami harus turun langsung, membagikan masker dan meminta warga mengatur jarak untuk menekan peyebaran virus,” ujar Camat Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Baca Juga  Warga Polman Digegerkan Penemuan Ribuan Keping Koin Peninggalan Belanda

“Seperti saat ini, saya sekarang berada di rumah salah seorang warga yang meninggal dunia. Saya langsung turun ke lapangan sesaat setelah mendengar kabar itu,” tegas Ilyas.

Ditanya apa harapan kepada warganya, dia meminta agar senantiasa menerapkan protolol kesehatan covid-19.

“Kita tidak ingin ada klastet baru pasca kejadian di pondok pesantren,” imbuhnya. (sur/Fakta79.net)

Komentar

News Feed