oleh

Festival Tomadio Perkenalkan Tradisi Melalui Lomba di Peringatan Sumpah Pemuda

POLMAN– Pemuda dan pemudi asal Desa Bonde, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, memeriahkan hari Sumpah Pemuda dengan menggelar Festival Tomadio.

Festival Tomadio berlangsung selama tiga hari, 28-30 Oktober 2021, di lapangan desa setempat. Sejumlah kegiatan digelar untuk memeriahkan acara ini.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah lomba Massukke dan Makkellu Anjoro. Para peserta lomba ini harus berpasang-pasangan, pria dan wanita.

Dalam lomba ini, sang pria bertugas mengupas kulit dan membelah buah kelapa, sementara sang wanita bertugas membersihkan daging buah kelapa dari batoknya.

Baca Juga  Tinjau Masjid Terdampak Gempa, Gubernur Sulbar Apresiasi Semangat Warga

Kulit kelapa dikupas menggunakan alat tradisional dengan nama passukkeang. Sementara daging buah kelapa dikupas menggunakan alat yang dikenal dengan nama pikellu.

Ketua panitia kegiatan Nurmiati Ahmad menyebut, kegiatan digelar untuk membangun semangat kepemudaaan dan memperkenalkan tradisi suku Mandar kepada generasi masa kini.

“Ini tujuannya untuk kita saling membangunkan jiwa kepemudaan, sambil memperkenalkan nilai tradisi kita di Mandar. Bahwa Massuke dan Makkellu Anjoro itu, salah satu tradisi bahwa segala sesuatu butuh proses, dan kita sebagai pemuda tidak boleh melupakan itu,“ ujar ketua panitia kegiatan, Nurmiati Ahmad kepada wartawan, Sabtu sore (30/10/2021).

Baca Juga  Meski Pandemi Operasional Pelindo IV Tetap Normal

Kegiatan berlangsung meriah. Berulang kali panitia pelaksana mengimbau untuk selalu mematuhi protokol kesehatan, termasuk membagikan masker kepada penonton dan peserta.

Tidak jarang ada peserta yang kesulitan Massukke dan Makkellu Anjoro, karena alat yang digunakan kurang tajam atau sudah tumpul. Kendati mempengaruhi kecepatan peserta dalam berlomba, hal tersebut tidak membuat mereka merasa dirugikan. Bagi peserta, kegiatan ini merupalan sarana untuk menumbuhkan semangat kebersamaan antar warga.

Baca Juga  Inspiratif, Emak-Emak Launching Jaring Berbagi Untuk Meringankan Sesama

“Inti dari kegiatan ini bukan hanya untuk memperkenalkan tradisi kepada generasi masa kini, tetapi bagaimana memupuk kebersamaan antar warga, apalagi dalam suasana peringatan hari sumpah pemuda, “ pungkas Nurmiati yang didaulat sebagai ketua Tomadio FC.

Selain menggelar lomba Massukke dan Makkellu Anjoro, panitia kegiatan juga melaksakan sejumlah kegiatan lain, termasuk bazar aneka olahan berbahan ikan, melibatkan UMKM setempat. Ada juga pertandingan sepak bola bersarung yang menarik perhatian.(thaya/red)

Editor: Sulaeman Rahman

Komentar

News Feed