oleh

Dunia Usaha Harus Bebas Narkoba

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – BNNP Sulbar melakukan upaya pencegahan, pemberantasan dan penyalahgunaan narkotika di dunia usaha dengan menggelar workshop.

Kegaiatan tersebut diikuti puluhan peserta penggiat anti Narkoba dari berbagai profesi usaha dan swasta di wilayah Sulawesi Barat khususnya Mamuju.

Berdasarkan data nasional mengenai pecandu Narkoba di dunia usaha, pekerja mendominasi penggunaan Narkoba di dunia usaha dengan jumlah 3,8 sampai 5 juta pecandu di dunia pekerja.

Menurut, Kepala BNNP Sulbar Brigjen Pol. Sumirat Dwiyanto kegiatan workhshop penggiat anti Narkoba di dunia usaha atau swasta sebagai langkah serius BNNP Sulbar untuk mencegah dan memerangi penggunaan narkotika di wilayah kerja mereka.

Baca Juga  Puluhan Kades Tuntut Pembayaran ADD ke Pemkab Mamuju, Kabid Keu: Akan dicairkan Tahun Depan

“Kita dapat bersama-sama lingkungan dunia usaha untuk melaksanakan berbagai aktivitas pencegahan di dunia usaha,” kata Kepala BNNP Sulbar Brigjen Pol. Sumirat Dwiyanto, Jumat 25 September.

Ia menambahkan, bahaya tentang penggunaan narkotika khususnya di dunia usaha, selain akan membuat perusahaan mengalami keterpurukan juga akan mengakibatkan kebangkrutan pada usahanya.

“Oleh karena itu disinilah peran perusahaan berperan aktif dalam mencegah peredaran narkotika di lingkungan usaha masing-masing,” jelasnya.

Baca Juga  BNNP Sulbar Ajak Para Kades di Mamuju Tengah Jadi Relawan Anti Narkoba

Pihaknya juga akan memaksimalkan keterlibatan para pelaku usaha khususnya di Sulawesi Barat untuk melakukan pencegahan peenggunaan narkotika.

“Di Sulbar, sudah mulai beberapa dunia usaha bergerak, mulai dari memasang stiker di tempat usaha dan lingkungan kerjanya, sebagai langkah pencegahan khusunya peredaran narkotika di Sulbar,” ucapnya.

Berdasarkan angka kasus yang ditemukan BNNP Sulbar. Sulbar menjadi daerah perhatian khusus, dengan tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai pengedar dan produsen.

Baca Juga  Sebanyak 282 Orang Caba PK TNI AD Jalani Fase Pemeriksaan Kesehatan

“Artinya kalau banyak barang masuk berarti banyak pecandu juga, itu sesuai hasil penelitian LIPI dan BNNP pusat ada 2248 pecandu yang ada di Sulbar, bahkan sudah ada ditemukan pabrik sabu yang beroperasi di Majene,” bebernya.

Sehingga ia berpesan untuk seluruh pihak secara bersama-sama memerangi peredaran Narkoba khusunya di lingkungan keluarga, apabila ada pecandu maka pintu rehabilitasi di BNNP selalu terbuka bagi para pecandu.

“Mereka yang mau secara sukarela untuk melakukan rehabilitasi, itu tidak akan dipenjara,” tandasnya. (idr/sol)

Komentar

News Feed