oleh

Adrian Hidup Memprihatinkan di Tenda Pengungsian

MAJENE- Malang nasib Adrian Alam (16), anak pasangan Muhammad Talib dan Surya, warga Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Sudah lebih setahun lamanya, ia hanya dapat terbaring lemah lantaran menderita sakit.

Kondisi tersebut mengakibatkan sekujur tubuh remaja asal Desa Totolisi, Kecamatan Sendana ini mengecil. Perutnya membuncit dan hnya nampak tulang belulang, layaknya penderita gizi buruk. Adrian hanya dapat beraktivitas, dengan bantuan orang lain.

Lantaran hanya berbaring dan telentang, menyebabkan punggung Adrian terluka karena iritasi. Selain memberi salep, pihak keluarga terpaksa menggunakan daun pisang sebagai alas untuk mengurangi sakit yang dirasakan Adrian.

Baca Juga  Unsulbar Susun Renstra, Disesuaikan Pandemi Covid-19

Diketahui, kondisi yang diderita Adrian pertama kali terjadi saat usianya baru menginjak 6 tahun. Waktu itu Adrian terjatuh saat bermain hujan-hujanan.

“Seminggu kemudian dia jatuh sakit hingga akhirnya lumpuh, “ kata sang ayah Muhammad Talib kepada Paceko.com grup Siberindo.co, Minggu (21/02/2021).

Setelah lebih setahun lamanya melakukan pengobatan kondisi Adrian sempat membaik.

“Bahkan dia sempat bersekolah selama tujuh tahun. Namun tiba-tiba dia kembali sakit hingga kondisinya seperti sekarang ini,“ ungkap Talib yang sehari-hari bekerja sebagai petani penggarap.

Baca Juga  Ratusan Prajurit TNI Dikerahkan Bangun Jembatan di Pedalaman Polman

Sayang, sejak sakit untuk kedua kalinya, Talib mengaku urung membawa Adrian ke rumah sakit, untuk memeriksakan diri. Talib berdalih takut dan khawatir, jangan sampai anaknya divonis menderita corona.

“Kami takut corona pak, kami takut jangan sampai sakitnya Adrian dianggap corona, apalagi badannya biasa panas. Kami juga sudah kekurangan biaya,” ujarnya.

Kondisi diperparah, lantaran sudah lebih sebulan lamanya, Adrian dan keluarga terpaksa bertahan hidup di pengungsian, pasca guncangan gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo yang berpusat di Kabupaten Majene, Jumat (15/01) lalu.

Baca Juga  Ditabrak Mobil Ketika Hendak ke Pasar, Kakak Beradik di Polman Tewas

Kendati pihak keluarga telah berniat kembali pulang ke rumah, lantaran merasa kondisi alam sudah membaik, justru Adrian menolak karena trauma dan ketakutan.

“Pernah kami kembali ke rumah, tapi dia (Adrian, red) tidak mau. Dia takut dan tidak bisa tidur,“ tutur Talib sembari menarik nafas.

Selama berada di pengungsian, Adrian dan keluarganya bertahan di bawah tenda darurat dengan kondisi memprihatinkan. Pihak keluarga berharap, ada perhatian agar kelak Adrian sembuh dan bisa beraktivitas seperti semula. (thaya/sur/red)

Komentar

News Feed