MAMUJU– Semangat masyarakat Mamuju dan Majene pasca gempa 6,2 magnitudo sudah mulai bangkit. Meski menyisakan luka berat, aktivitas sehari-hari tampak berangsur normal.
Sejumlah toko dan aktivitas jual beli juga tampak terlihat di pusat kota Mamuju. Hal ini ditunjang oleh fasilitas listrik yang sudah berjalan hingga 97 persen.
Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara, Syamsul Huda saat memantau pemulihan listrik secara langsung di Mamuju, menurutnya sejumlah fasilitas umum seperti rumah sakit dan posko pengungsian menjadi prioritas untuk mendorong Mamuju segera bangkit.
“Alhamdulillah, listrik sudah hampir normal seluruhnya. Untuk fasilitas umum, khususnya rumah sakit dan posko pengungsian yang memang menjadi prioritas kami, listriknya telah kembali menyala dan bisa dimanfaatkan masyarakat,” kata Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara, Syamsul Huda, Rabu 20 Januari.
Ia menjelaskan, fasilitas umum yang menjadi prioritas tersebut adalah objek vital milik pemerintah provinsi seperti, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju, Rumah Sakit Regional Provinsi Sulbar, Rumah Sakit Bhayangkara, Bandara Tampa Padang, Markas Kepolisian Daerah Sulbar, Posko Komando Distrik Militer (Kodim) Mamuju, posko-posko pengungsian, lembaga pemasyarakatan, Telkom, PDAM Rangas, dan beberapa tempat vital lainnya.
Hanya saja, sejumlah fasilitas yang mengalami rusak parah akibat gempa menurutnya belum bisa untuk dibenahi.
“Khusus beberapa fasilitas umum yang mengalami kerusakan cukup parah, seperti kantor Gubernur Sulbar dan Rumah Sakit Mitra Manakarra, demi keamanan dan keselamatan gedungnya belum dialiri listrik,”ujarnya.
Namun PLN memastikan siap mengaliri listrik kembali ketika instalasi listrik dalam bangunan telah aman.
Menurutnya, petugas PLN masih terus berupaya memulihkan kelistrikan terdampak gempa. Sejak Selasa 16 Januari hingga Rabu 20 Januari pagi, PLN kembali berhasil menyalakan tambahan 57 gardu, sehingga total gardu terdampak yang telah menyala sebanyak 851 gardu atau 97 persen dari total 872 gardu terdampak.
“Kini sudah lebih dari 83 ribu pelanggan dapat kembali menikmati listrik,” jelasnya.
Adapun 16 gardu yang belum menyala terdapat di Kecamatan Ulumanda, akibat jalan menuju lokasi belum dapat diakses. Sementara enam gardu sisanya berada tersebar di Kecamatan Tapalang Barat, Mamuju dan Malunda.
“Kami terus berkoordinasi dengan pak Gubernur, pak Bupati dan aparat yang bertugas, jika nanti jalan sudah bisa dilalui, petugas kami langsung menuju Ulumanda untuk memulai 16 gardu yang belum menyala,” tandasnya.
Sementara itu, salah satu warga Mamuju Ishaka mengaku sudah mulai melakukan aktivitas sehari-hari sejak dua hari lalu. Kata dia, masyarakat Mamuju sudah saatnya bangkit.
“Semua dalam duka, semua dalam kesedihan. Tapi kita tidak boleh larut, pelan-pelan harus mulai beraktivitas, meski demikian harus tetap waspada dan berhari-hati, sebab cuaca saat ini memang agak ekstremm,” kata Ishaka. (idr/sol)











Komentar