oleh

Ibu Hamil Dirawat di Tenda Darurat, Berjuang di Antara Hidup dan Mati

MAMUJU – Pelayanan kesehatan untuk ibu hamil dan yang akan melahirkan tetap dimaksimalkan. Karena kondisi darurat, pelayanan dilakukan di tenda.

Menurut dokter spesialis kandungan, dr Fadli Ananda pihaknya bersama beberapa dokter anastesi lainya seperti dari Tim Medis Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Sulsel datang sebagai relawan untuk membantu para korban yang terdampak gempa bumi.

Pihaknya hadir membantu ibu-ibu yang butuh bantuan medis dalam hal persalinan. Membantu para ibu-ibu berjuang di antara hidup dan mati, meski dalam kondisi masih berpotensi gempa susulan.

Baca Juga  Di Tenda Darurat Kapolda Sulbar Ikuti Pelantikan Kapolri

“Hanya satu dokter spesialis kandungan. Saya sendiri. Jadi harapan kami semoga ibu yang sedang mengandung dan melahirkan bisa tertangani dengan baik meski diguncang gempa,” kata dr Fadli, Selasa 19 Januari.

Ia dibantu beberapa rekan satu profesinya yang juga sama sebagai relawan terlibat dalam misi kemanusiaan gempa bumi.

Pihaknya mengetahui betul bagaiman kondisi rumah sakit setelah gempa, hingga akhirnya. Ia berinisiatif menjadi relawan dan mendirikan tenda khusus bagi ibu hamil dan melahirkan di halaman parkir rumah sakit.

Baca Juga  UNM Salurkan Bantuan untuk Sulbar

Pihaknya mengaku, untuk pasien yang akan dilakukan operasi ia harus bertaruh untuk sampai ke lantai tiga lantaran kondisi tenda tidak memungkinkan untuk dilakukan operasi. Ia menilai kondisi ruang operasi masih layak untuk digunakan.

“Alat untuk operasi itu memang sulit untuk dibawa ke luar gedung rumah sakit. Jadi kalau ada yang harus dioperasi, terpaksa dibawa ke sana meski rasa khawatir kami ada,” ucapnya.

Selain itu, selama ia berada di Mamuju timnya telah membantu melahirkan 16 orang, dan itu akan menjadi misi terakhirnya bertugas di Mamuju, lantaran akan digantikan dengan dr. Rifki dari Jakarta.

Baca Juga  DPRD-Pemprov Dukung Perjuangan GTKHNK 35+

“Saat ini sisa dua ibu mengandung yang akan lahiran. Kami sudah lahirkan 16 orang sejak gempa. Enam diantaranya operasi chaesar, dan 10 orang melahirkan normal. Ini lagi akan ada dua orang ibu yang rencananya akan melahirkan di sini,”tandasnya.

Ia juga menjelaskan setelah ditangani oleh timnya, selanjutnya akan diserahkan untuk dokter spesialis anak, untuk melihat perkembangan anak. (idr/sol)

Komentar

News Feed