MAMASA– Sejumlah titik longsor melumpuhkan akses jalan di Desa Sibenawa, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa. Jalan yang tertutup longsor merupakan salah salah satu jalur yang menghubungkan Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Mamasa.
“Terkait kejadian longsor di beberapa titik di Jalan Poros Sibanawa-Tana Toraja, mengakibatkan hubungan bagi kendaraan roda empat lumpuh total,” kata Kepala Desa Sibanawa Sakaria, kepada wartawan melalui pesan singkat, Senin malam (18/07/2022).
Peristiwa tanah longsor terjadi Minggu malam (17/07). Longsor akibat itensitas hujan tinggi yang melanda daerah ini. Selain menutup permukaan jalan, salah satu rumah warga setempat terpaksa ditinggal pergi, lantaran tanahnya amblas akibat longsor.
“Kami sangat mengharapkan armada alat berat, dalam hal ini dinas PU (Pekerjaan Umum), untuk membantu menyingkirkan material longsor,” ujar Sakaria.
Berdasarkan pantauan wartawan, Senin (18/07), setidaknya ada belasan titik longsor di jalur sepanjang 5 kilometer. Warga yang ingin melanjutkan perjalanan, harus bersusah payah berjibaku dengan lumpur, untuk melewati material longsor yang terdiri dari bebatuan, batang pohon dan tanah becek.
“Susah karena tidak ada akses jalan lain, bukan hanya jalan yang tertimbun, ada juga satu rumah warga yang terancam,” terang salah satu warga, Kappi kepada wartawan.
Selain longsor, curah hujan tinggi juga mengakibatkan kerusakan jalan pada sejumlah titik akibat gerusan air, hingga tampak seperti kubangan kerbau.
“Kalau begini terus cuaca (hujan), kita bisa terisolir,” pungkas warga lainnya, Matammu.
Warga berharap, pemerintah segera mengirim alat berat untuk membersihkan material longsor yang menutup jalan. Apalagi jalur yang tertutup longsor, merupakan urat nadi untuk menggerakkan perekonomian warga setempat. (thaya/sur)










