Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus mempercepat langkah pengembangan Bandara Tampa Padang melalui proses hibah lahan kepada Kementerian Perhubungan RI. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan konektivitas dan memperkuat pertumbuhan ekonomi di Sulbar.
Keseriusan tersebut ditunjukkan melalui rapat koordinasi Tim Kelompok Kerja (Pokja) Inventarisasi Lahan Bandara Tampa Padang yang digelar Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Perhubungan (Disperkimtanhub) Sulbar, Selasa (9/6/2026).
Dalam rapat tersebut, dibahas rencana hibah aset lahan milik Pemprov Sulbar seluas 960.150 meter persegi kepada Kementerian Perhubungan. Luasan itu merupakan bagian dari total kebutuhan pengembangan Bandara Tampa Padang yang mencapai 1.628.001 meter persegi sebagaimana tertuang dalam Rencana Induk Bandara.
Kepala Disperkimtanhub Sulbar, Maddareski Salatin, yang memimpin rapat menegaskan pentingnya sinkronisasi data dan penyelesaian administrasi agar proses hibah dapat berjalan tanpa hambatan.
Menurutnya, validasi data lahan, kepastian batas koordinat, serta kelengkapan dokumen menjadi faktor utama yang harus diselesaikan untuk mempercepat tahapan pengembangan bandara.
“Kolaborasi antara Pemprov Sulbar, ATR/BPN, Kantor Pertanahan Mamuju, dan pihak otoritas bandara sangat diperlukan agar kendala di lapangan dapat diminimalkan. Dengan demikian, kebutuhan lahan yang tersisa dapat dipenuhi secara bertahap untuk mendukung pembangunan fisik bandara,” ujarnya.
Bandara Tampa Padang memiliki posisi strategis sebagai akses transportasi udara utama bagi masyarakat Mamuju dan wilayah sekitarnya. Seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas dan konektivitas, pengembangan fasilitas bandara dinilai menjadi kebutuhan mendesak.
Pemprov Sulbar berharap proses hibah lahan dapat segera dituntaskan sehingga Kementerian Perhubungan dapat melanjutkan program peningkatan kapasitas dan fasilitas bandara. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah, mendorong investasi, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata di Sulawesi Barat.(***)










