oleh

Distribusi Makanan ke Desa Lenggo Polman Tersendat Akibat Jembatan Rusak

POLMAN- Sudah tiga hari, jembatan gantung yang menjadi akses utama menuju Desa Lenggo, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat tidak bisa dilalui, pasca diterjang Banjir luapan sungai Masunni, Jumat malam (12/11).

Akibatnya, tidak hanya menggangu aktivitas warga. Peristiwa  tingginya curah hujan  membuat distribusi bahan makanan menjadi tersendat. Persediaan warga mulai menipis.

“Yang jelas sudah artinya, jangankan satu minggu, dua tiga hari saja sudah menipis bahan makanan,” ungkap Tokoh Masyarakat Desa Lenggo, Sudirman kepada wartawan, Minggu sore (14/11/2021) kemarin.

Baca Juga  Bantu Penanganan COVID-19, Dandim 1402/Polmas Instruksikan Jajaran Sosialisasikan Aplikasi BLC

Agar tidak kelaparan, sejumlah warga mengaku mengkomsumsi bahan makanan alternatif, seperti pisang dan umbi-umbian yang bisa mereka dapatkan di kebun ataupun hutan.

“Sekarang kalau tidak ada bantuan makanan, kita terpaksa komsumsi pisang dan umbi-umbian, daripada tidak ada,“ tandas Sudirman.

Menurut Sudirman, bencana Banjir luapan sungai Masunni yang menghancurkan jembatan gantung, akses utama menuju desa mereka, paling parah sejak pembangunan jembatan usai pada tahun 2014 lalu.

Baca Juga  Aklamasi, Aras Tammauni Terpilih Pimpin Golkar Sulbar

“Ini paling parah sejak pembangunan jembatan gantung selesai. Sebelumnya tidak pernah sebesar ini banjirnya,” pungkasnya.

Berdasarkan pantauwan wartawan, rusaknya jembatan gantung sepanjang 63 meter, membuat sebahagian warga memilih bertaruh nyawa, melintasi sungai dengan cara menggantung dan meniti tali baja jembatan, yang terhubung pada kedua sisi sungai.

Belasan sepeda motor warga, termasuk yang membawa logistik, juga tertahan di seberang sungai lantaran tidak dapat melintasi jembatan, karena sebahagian lantainya terlepas. (thaya/red)

Baca Juga  Kapolresta Mamuju Sikapi Aksi Terorisme di Makassar

Editor: Sulaeman Rahman

Komentar

News Feed