oleh

Berkah Idul Adha, Tempat Penggilingan Daging di Polman Diserbu Warga

POLEWALI MANDAR- Perayaan Idul Adha membawa berkah tersendiri bagi sejumlah pengusaha penggilingan daging di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Sebabnya, tempat penggilingan daging ramai diserbu warga, membuat omset pengusaha melonjak dibanding hari biasa.

Seperti terlihat pada salah satu tempat penggilingan daging di kompleks Pasar Marasa, Kecamatan Wonomulyo, Senin siang (11/07). Ratusan warga rela mengantri dan bahkan berdesakan di tempat ini, untuk menggiling daging kurban yang didapatkan pada perayaan Idul Adha.

“Sejak sekitar jam lima subuh tadi sudah mulai ramai, sampai sekarang mesin (penggilingan) belum pernah berhenti,” kata salah satu pengusaha penggilingan daging, Mustofa kepada wartawan, Senin (11/07/2022).

Menurut Mustofa, kondisi tersebut memaksanya harus bekerja ekstra untuk melayani warga yang ingin menggiling daging.

“Biasa sampai malam baru tutup, padahal kalau hari biasanya, siang sudah istirahat,” ungkapnya.

Diakui Mustofa, pasca hari raya Idul Adha, jumlah warga yang ingin menggiling daging naik dibanding hari biasanya. Untuk biaya menggiling daging, sebesar 35 ribu rupiah perkilo.

Baca Juga  Andi Ruskati: Mari Kita Sukseskan Pendataan Keluarga dengan Memberi Informasi yang Benar

“Kalau hari biasa paling sekitar 100 orang saja yang datang. Sejak dua hari, jumlahnya sudah ribuan,” tuturnya.

Meski begitu, Mustofa mengaku kerap harus mengeluarkan biaya ganti rugi, bagi warga yang mengaku kehilangan daging saat mengantri di tempatnya.

“Biasa begitu (ganti rugi), kadang ada warga yang tiba-tiba mengaku kehilangan dagingnya karena diambil orang lain, atau tertukar dengan punya orang lain. Terkadang ada juga yang mengaku sudah bayar padahal belum,” pungkasnya.

Baca Juga  Berbagi di Pedalaman, Nurnazila Ajak Warga Perbanyak Ibadah Ramadan

Sementara itu, salah satu warga Nurlina mengaku sengaja menggiling daging kurban yang diperolehnya, untuk diolah menjadi makanan berbahan daging lain.

“Habis giling daging kurban, karena mau diolah menjadi bakso agar dapat dinikmati seluruh keluarga,” pungkas Nurlina sambil tersenyum.

Membludaknya jumlah warga yang ingin menggiling daging, biasanya berlangsung selama dua pekan pasca hari raya Idul Adha. (thaya/sur)

News Feed