oleh

Sulbar Bangkit Bersama PKB

MAMUJU – Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-IV tahun 2020 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Sulawesi Barat menetapkan KH Syibli Sahabuddin sebagai Ketua DPW PKB Sulbar.

Muswil yang digelar DPP PKB secara virtual dilaksanakan serentak di beberapa wilayah di Indonesia. Dibuka langsung oleh Ketua Umum DPP PKB Abd Muhaimin Iskandar (Gus AMI).

Pada kesempatan itu, Gus AMI mengatakan muswil yang dilaksanakan tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya karena pandemi Covid-19.

Dalam arahannya, Gus AMI mengatakan PKB akan mampu menembus tiga besar pada pemilu 2024 mendatang.

“Terima kasih atas kerja keras, ketulusan, dan keikhlasan yang telah sahabat-sahabat buat untuk PKB. Menangkan PKB, insyaallah 2024 minimal menjadi tiga besar,” kata Gus AMI.

Ia juga menyampaikan, terima kasih kepada seluruh kader yang telah bekerja keras memenangkan PKB baik pemilihan umum maupun dalam organisasi.

“Selamat kepada pengurus yang berhasil mempertahankan suara, memenangkan pilkada, mengelola partai dengan nilai yang bagus,” ujarnya.

Baca Juga  Sebelum Hilang Sardi Sempat Dapat Bisikan Gaib

Wakil Sekretaris Jendral DPP PKB Risharyudi Triwibowo, mengatakan DPP PKB saat ini memiliki mekanisme baru yaitu monev dan evaluasi kinerja baik tingkat provinsi hingga kabupaten se Indonesia.

“Evaluasi kinerja dilakukan pertiga bulan sekali ada evaluasi terkait masalah administrasi, terkait masalah organisasi, juga pelaporan keuangan dan lain sebagainya seperti masalah fraksi-fraksi di daerah,” kata Triwibowo di Matos Mamuju, Sabtu 9 Januari 2021.

Menurutnya, pemilihan kali ini agak berbeda dibandingkan beberapa tahun kebelakang. Dimana PKB melaksanakan musyawarah wilayah hampir sama dengan beberapa partai politik secara nasional yaitu satu DPC satu suara.

“Tapi kali ini dilakukan monitoring evaluasi berdasarkan kinerja tiga bulan selama lima tahun dan hasilnya DPP menarik kesimpulan lanjutkan atau ganti orang,” ujarnya.

Sementara KH Syibli Sahabuddin menjelaskan terkait hasil evaluasi yang dilakukan oleh DPP dimana hasil yang didapatkan Sulbar masuk peringkat 14 dari seluruh Indonesia.

“Jadi saya anggap ini merupakan satu prestasi di wilayah timur Indonesia karena banyak wilayah yang meskipun kita baru tetapi kita sudah bisa kerja maksimal mendapatkan prestasi seperti itu,” ucapnya.

Baca Juga  Warga Kota Mamuju tak Pakai Masker, Diminta Tandatangani Surat Pernyataan

Menurutnya, kedepan kepengurusan PKB harus lebih baik dari sekarang. Karena memang PKB sekarang tidak lagi melakukan pemilihan pasca Muktamar Bali.
“Sistem pemilihan di PKB itu mengacu pada musyawarah dan mufakat,” jelasnya.

Selain itu, menurut KH Syibli Sahabuddin, harus ada sinergitas dalam membangun dan membesarkan partai politik khusunya PKB di Sulbar.

“Kemarin dalam pidato ketum di akhir tahun, saatnya Indonesia bangkit bersama PKB. Konteks di Sulbar, saatnya Sulbar bangkit bersama PKB,” ucap Syibli.

Syibli mengaku, meskipun prestasi PKB Sulbar belum maksimal, namun hal itu menjadi motivasi agar PKB semakin besar.

“PKB sudah siap menjadi partai modern. Terbuka untuk siapa saja demi kemanusiaan,” ujarnya.

Ia menegaskan, PKB Sulbar saatnya harus bangkit. Artinya, bukan lagi hanya menjadi pengusung dan pendukung melainkan ikut bertarung dalam momentum pesta demokrasi.

Baca Juga  Tahun 2021 Dispar Mamuju Programkan Pembenahan Destinasi Wisata

“Termasuk pilgub, termasuk pilkada dan pileg. Kader-kader terbaik PKB Sulbar siap bertarung,” sebutnya.

Sementara itu Ketua Panitia Muswil Muhammad Abid, menjelaskan berdasarkan hasil Munas PKB di Bali, PKB tidak lagi melakukan pemilihan. Tetapi DPP melakukan evaluasi kinerja terhadap kepemimpinan yang ada di setiap wilayah termasuk Sulawesi Barat. Dan monev tersebut telah dilaksanakan beberapa bulan lalu.

“Jadi monitoring kinerja itu adalah tahapan dari Muswil dan hasil evaluasi kinerja itu keluar rekomendasi bahwa kepengurusan hari ini itu dianggap cukup berhasil. Maka lahirlah rekomendasi untuk melanjutkan melalui musyawarah wilayah,” kata Abid usai pembukaan Muswil.

“Jadi hari ini itu tidak ada proses pemilihan, tetapi pelantikan atau pengukuhan dan proses itu akan dilaksanakan malam hari ( Sabtu malam, red). Ketua sekarang aklamasi, bersama sekretaris, paling yang berubah itu adalah departemen- departemen,” tandasnya. (idr/sol)

Komentar

News Feed