MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Jika tak ada halangan, Jumat 9 Oktober mendatang akan dilakukan putusan sengketa pilkada Mamuju 2020.
Ketua Bawaslu Sulbar Sulfan Sulo mengatakan pihaknya percaya Bawaslu Mamuju akan melakukan keputusan yang adil dalam menyelesaikan masalah ini.
Ia menambahkan, bahwa dalam proses musyawarah sengketa pilkada yang ditangani Bawaslu Kabupaten, pihaknya tidak bekerja sendiri tetapi dibantu juga oleh Bawaslu Provinsi.
“Kita sudah ada surat masuk ke provinsi untuk pendampingan, dan korwil itu sudah turun langsung untuk melakukan pendampingan mulai semalam (Selasa 6 Oktober, red),” kata Sulfan, Rabu 7 Oktober.
Ia menjelaskan, pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan proses musyawarah berjalan sesuai dengan peraturan Bawaslu.
“Pendampingan tersebut termasuk dalam memberikan masukan kepada teman-teman kabupaten. Termasuk membuat alur putusan, memastikan alurnya sudah sesuai yang diatur di Bawaslu,” ucapnya.
Selain itu, menjelang putusan pihaknya sudah mempersiapkan berbagai persiapan untuk mengantisipasi adanya kerumunan yang terjadi saat putusan.
“Teman-teman publik harus pahami bahwa Bawaslu akan bertindak seadil-adilnya. Prinsip penyelenggaraan kita harus dijaga dengan tidak terpengaruh dengan kepentingan apapun,” jelasnya.
Sehingga, ia sangat berharap kepada seluruh pihak, baik pemohon dan terkait agar tidak ada arak-arakan, guna mematuhi pemerintah terkait protokol kesehatan. Lantaran apapun keputusannya itu tidak akan mempengaruhi putusanya.
“Semua sudah diberikan ruang yang sama dalam proses pembuktianya. Kita berharap apalagi dalam masa pandemi Covid-19 agar tidak ada kerumunan dan tidak ada arak-arakan. Karena itu bisa mempengaruhi kepatuhan kita terhadap protokol Covid-19 dalam pelaksanaan pilkada,” jelasnya.
Pihaknya juga sudah menyampaikan hal tersebut kepada Bawaslu Kabupaten untuk menindaklanjuti hal tersebut.
“Bawaslu meminta untuk kedua calon pada saat putusan tidak membawa massa. Tadi sudah saya sampaikan untuk sampaikan ke Bawaslu Kabupaten agar bersurat ke paslon terkait persoalan ini,” tandasnya.
Sementara itu, Polresta Mamuju, mengerahkan ratusan personel untuk mengamankan Sekretariat Bawaslu Mamuju pada moment pembacaan keputusan sengketa pilkada 2020.
Kabag Ops Polresta Mamuju, Kompol Muhammad Imbar Bakri mengatakan, polisi siap mengamankan jalannya putusan pada Jumat 9 Oktober di Bawaslu Mamuju.
“Kami kerahkan 100 personel untuk menjaga-jaga, jangan sampai ada hal-hal yang tidak diinginkan di sana,” kata Kompol Imbar, saat dikonfirmasi, Rabu 7 Oktober.
Hanya saja, lanjutnya, ia belum mengetahui pola pengamanan yang bakal dilakukan. Sebab, belum berkoordinasi dengan Bawaslu Mamuju. Termasuk apakah bakal ada penutupan jalan atau tidak.
“Kami tidak serta merta. Harus koordinasikan dulu. Yang jelas hanya 50 orang yang bisa masuk di area Bawaslu,” beber Kompol Imbar.
Rencananya hari ini Kompol Imbar bakal berkoordinasi dengan Bawaslu Mamuju. Membicarakan pola-pola pengamanan. (idr/sol)











Komentar