oleh

Selamat Jalan Ayahanda Hasan Sulur, Sang Inspirasiku

Siberindo, Polman – Kabar duka itu terdengar ketika matahari mulai beranjak menjelang pukul 10.00 pagi, Rabu 4 Agustus 2020.

Duka yang mendalam mengiringi kepergian ayahanda tercinta H.Hasan Sulur menghadap sang Ilahi untuk selama-lamanya.

Doktor Agusnia Hasan Sulur, putri sang Birokrat visioner mengungkapkan bahwa sang ayah terbaring sakit akibat stroke yang dideritanya.

Awalnya, waktu itu almarhum dilarikan ke rumah sakit Siloam di Makassar, ketika almarhum dalam perjalanan menuju ke Mamuju untuk mengikuti suatu acara, dan dalam perjalanan tiba-tiba almarhum merasa terserang stroke.

Sejak dirawat di RS Siloam Makassar, kondisi almarhum perlahan membaik. Akhirnya keluarga pun memutuskan untuk dirawat di kediamannya di jalan Buakana Makassar.

Baca Juga  Menegangkan Proses Pemindahan Ular Kobra di Polewali Mandar

Perkembangan kesehatan almarhum terus membaik. Maka pihak keluarga pun memutuskan untuk dibawa pulang ke rumahnya yang terletak di Jl.H.A. Depu No 123 Polewali Mandar.

Di Polman, kondisi almarhum berangsur-angsur membaik. Puncaknya ketika almarhum bersama keluarga merayakan hari kelahirannya pada 15 Juli 2020 lalu tepat diusianya yang ke – 74 Tahun.

Saat itu, almarhum dengan penuh semangat layaknya orang yang sehat dan tidak strok, Ia masih sempat menyampaikan petuah-petuah yang arif dan bijak kepada keluarga dan kerabat dekatnya.

Setelah beberapa hari, usai merayakan ulang tahunnya, kondisi kesehatan almarhum tiba-tiba drop, lalu Ia dilarikan ke rumah sakit umum.

Selama kurang lebih 10 hari di rawat di Rumah Sakit Umum Daerah Polewali, almarhum menghembuskan nafasnya yang terakhir tepat jam 09.40 Rabu 4 Agustus 2020.

Baca Juga  Wabub Pasangkayu Minta Puskesmas Sukseskan Program BIAN

Almarhum meninggalkan seorang Istri, tiga orang putra dan tiga orang putri.

Selamat Jalan Ayahanda, Selamat Jalan Sahabat, Selamat Jalan Inspirasiku.

Diakhir catatan, Agusnia Hasan Sulur menyebutkan bahwa sang ayah orang yang kuat dan tegar. Tak ada kata lelah sedikitpun yang pernah terucapkan dari almarhum.

Almarhum sebelum stroke tidak pernah sedikitpun mengeluh, selalu semangat mengurusi yayasan yang bergerak didunia pendidikan.

Bahkan dalam kondisi sakitpun almarhum masih memikirkan Kampus dan yang akan kami kenang nanti kelak, adalah sikap almarhum yang hingga beberapa hari sebelum meninggalkan kami semua.

Baca Juga  Idris: Tangguh Bencana Ada Pada Level Kemandirian Masyarakat

Almarhum masih memikirkan putra putri semua dan juga cucu-cucunya. Sang ayah adalah orang yang asyik ditemani berdiskusi disela-sela kesibukannya.

Ia adalah teladan bagi keluarga kami. Dan yang lebih membuat kami selalu bangga sebagai anaknya, karena almarhum tak kenal waktu, membimbing kami Putra – Putrinya hingga seperti sekarang ini.


Rancananya almarhum akan disemayamkan di rumah duka di Jalan .H.Andi Depu No 123. Polewali, dan Insyaa Allah almarhum akan dikebumikan di pekuburan keluarga di Limboro sesudah sholat ashar.

Kami berharap kepada kerabat dan sahabat beliau andai ada kesalahan yang dilakukan, memohonkan maaf yang sedalam-dalamnya.

(Salim/ Beritaini.com)

Komentar

News Feed