oleh

SAR Lakukan Pencarian Warga Mateng yang Hilang Usai Diterkam Buaya

Siberindo.co, Mateng – Sudah beberapa jam sejak kejadian Selasa (4/8/2020), pukul 05.30 WITA, Asmila (30) tak pulang ke rumah karena menghilang di Sungai Barakkang, Kecamatan Budong-budong, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat.

Pencarian mulai dilakukan agar wanita diterkam buaya itu segera ditemukan.

Menurut Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Mamuju Saidar Rahmanjaya, pencarian korban diterkam buaya itu dilakukan hari ini Selasa, 4 Agustus 2019, pukul 08.30 WITA, sejak mendapatkan informasi dari Kepoliskan setempat pada pukul 08.15 WITA.

Baca Juga  Ekspedisi Geopark Kaldera Toba HPN 2023 SMSI, Kapolda Sumut Panca Simanjuntak: Mari Sama-sama Kita Dukung!

“Pencarian akan dimulai pada radial 23,02° arah utara timur laut dengan jarak 47, 46 KM dari kantor Basarnas Mamuju pada koordinat lokasi kejadian 2°12’42.83″S 119°12’14.33″E, mudah-mudahan korban segera ditemukan,” kata Saidar, Selasa siang (4/8/2020).

Saidar menerangkan, Asmila berangkat ke sungai tersebut untuk mandi dan buang air besar.

Rupanya selama di pinggir sungai itu, Asmila sudah diintai buaya untuk dijadikan mangsa. Begitu ada kesempatan, buaya yang belum diketahui ukuran dan jenisnya ini langsung menyambar Asmila.

Baca Juga  Budiman Sudjatmiko: Desa Harus Jadi Penggerak Pembangunan Inklusif

Warga yang melihat berusaha menolong dengan sekuat tenaga tapi seretan buaya ke dasar sungai lebih kuat. Hal ini lalu dilaporkan ke masyarakat setempat, kemudian sampai ke Polsek setempat.

“Pos Basarnas di Mamuju mendapat informasi pukul 08.15 WITA, tim diturunkan mencari memakai perahu karet bermesin, dua alat selam dan dibantu masyarakat sekitar,” ucap Saidar.

Baca Juga  Terpantau Erupsi Gunung Sinabung Karo Setinggi 200 Meter

Tiba di lokasi petugas kemudian membuat posko pertolongan dan menyisir lokasi penerkaman memakai alat utama. Pencarian ini juga melibatkan kepolisian dan badan penanggulangan bencana daerah setempat.

Saidar berharap tidak ada kendala dalam pencarian korban buaya ini. Sementara untuk petugas yang mencari, Saidar mengimbau berhati-hati karena bisa saja buaya di sungai itu menyerang.

Saidar menambahkan bahwa dalam pencarian korban, personil Basarnas tetap mengikuti protokol kesehatan masa pandemi COVID-19. (Us/Fakta79.Net)

Komentar

News Feed