oleh

Lonjakan Harga Kedelai, Picu Kenaikan Harga Tahu dan Tempe di Polman

POLMAN- Harga kebutuhan pokok tahu dan tempe mengalami kenaikan pada sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Seperti yang terjadi di Pasar Marasa Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo.

Jika sebelumnya, untuk satu kantong tahu dijual seharga 55 ribu rupiah, kini naik menjadi 60 ribu rupiah. Sedangkan enam potong tempe yang sebelumnya dijual seharga 5.000 rupiah, kini jumlahnya dikurangi menjadi lima potong saja.

Baca Juga  Pandemi Belum Selesai, Mamuju Matangkan Kurikulum Darurat

Diakui, kenaikan yang terjadi sejak empat hari terakhir, dipicu lonjakan harga kedelai sebagai bahan baku tahu dan tempe.

“Baru empat hari ini, karena harga kedelai naik. Tempe biasa dijual 5.000 rupiah enam sekarang menjadi lima, 1.000 rupiah untuk satu keping tempe. Tahu biasanya satu kantong dijual 55.000 rupiah sekarang 60.000 rupiah,“ kata salah seorang penjual, Kasina, kepada Paceko.com grup Siberindo.co, Senin (4/1/2021).

Baca Juga  Kapolsek Wonomulyo Menangis, Kunjungi Ibu dan Anak Berusia Lanjut

Menurut Kasina, kenaikan harga ini membuat para konsumen resah dan mengeluh. Apalagi kondisi perekonomian yang semakin sulit di tengah pandemi virus corona.

“Pembeli mengeluh, apalagi biasa diberi bonus, sekarang tidak ada lagi. Mau bagaimana lagi, harga terpaksa kami naikkan, karena dari pabrik harga tahu dan tempe juga sudah naik,“ terangnya.

Terkait kondisi ini, salah seorang warga Hasna, mengaku terpaksa memutar otak, agar dapur rumahnya tetap mengepul.

Baca Juga  Pelanggar Prokes di Wonomulyo Meningkat, Satgas Intensifkan Operasi

“Kita sebenarnya berharap penjual tidak mengurangi ukuran apalagi menaikkan harga. Tetapi karena harga harus naik, terpaksa kita kurangi pembelian,” ujarnya.

Ia berharap, pemerintah segera mengambil langkah, agar harga tahu dan tempe bisa normal kembali.

“Kalau bisa pemerintah atur harga agar normal kembali,“ pinta Hasna. (thaya/sur/red)

Komentar

News Feed