MAMUJU– Kendati telah memasuki masa transisi darurat gempa dan jumlah pengungsi terdampak gempa bumi sudah mulai berkurang, Dinas Sosial Sulawesi Barat bersama Tagana tetap melakukan aktifitas dapur umum untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi.
“Pemerintah daerah melalui Dinas Sosial bersama para relawan Tagana Sulbar, terus menunjukkan eksistensi dalam pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi yang berada di posko-posko pengungsian, “ kata Kepala Dinas Sosial Sulawesi Barat, Andi Bau Akram kepada Paceko.com grup Siberindo.co, Senin (01/03/2021)/
Menurut Bau Akram, semakin berkurangnya jumlah pengungsi, merupakan salah satu pertanda bahwa warga korban gempa mulai bangkit.
”Saat ini jumlah pengungsi terus mengalami penurunan yang signifikan dari sebelumnya, hal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Sulbar mulai bangkit dari keterpurukan pasca gempa bumi yang melanda Sulbar,“ ungkapnya.
Kendati demikian, Bau Akram menyebut, pihaknya akan terus memberikan pelayanan kebutuhan dasar, hingga warga benar-benar mandiri dan kembali beraktifitas di rumah masing-masing.
Dia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada relawan Tagana dari berbagai daerah, seperti Sulsel, Sulteng, Sultra, Sulut, serta relawan lain yang telah memberikan bantuan dapur umum, untuk warga terdampak gempa di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene.
“Terima kasih banyak para relawan yang telah banyak membantu dapur umum, begitupula para relawan yang telah berperan aktif di pengungsian Mamuju dan Majene,“ pungkasnya. (thaya/sur)











Komentar