oleh

Komunitas Laut Biru Gelar Marine Debris Festival di Polewali

POLMAN– Komunitas Laut Biru di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, akan menggelar kampanye cinta laut melalui kegiatan Marine Debris Festival.

Rencananya, kegiatan tersebut akan dilangsungkan Sabtu-Minggu, 02-03 Oktober 2021, di Pantai Bahari, Kecamatan Polewali.

Pantai Bahari dipilih sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan, karena dibalik suguhan keindahan panorama alamnya, salah satu ikon wisata Kabupaten Polewali Mandar ini juga menyimpan banyak sampah plastik di dasar laut, menyebabkan rusaknya ekosistem laut.

Baca Juga  Semangatnya Personil Polres Polewali Mandar Ikuti Vaksinasi Covid-19

“Ekosistem itu dihuni oleh padang lamun dan terumbu karang, keduanya adalah rumah bagi ikan dan biora laut lainnya. Sampah plastik di dasar laut, menutupi padang lamun dan terumbu karang, menyebabkan rusaknya ekosistem laut,“ kata Ketua Komunitas Laut Biru, Putra Ardiansyah, kepada wartawan, Jumat sore (01/10/2021).

Untuk itu, sejumlah persiapan terus dilakukan demi mensukseskan pelaksanaan kampenye cinta laut ini. Apalagi, kegiatan dilaksanakan berkolaborasi dengan sejumlah komunitas di Sulawesi Barat, yang nantinya akan bersama-sama membersihkan sampah di dasar laut pantai bahari Polewali.

Baca Juga  Nina: Bicara Mengenai Tantangan Kerja Dalam Tim Dimasa Pandemi

“Kegiatan ini bagian dari kampanye sampah dan bahaya yang diakibatkan jika banyak sampah yang dibuang ke laut. Selama ini kita hanya melihat bagian pesisirnya saja yang bersih, tapi di dalam laut itu banyak sampah yang bisa berakibat buruk bagi ekosistem laut,” beber Putra.

Selain membersihkan sampah di dasar laut, Putra menyebut ada beberapa kegiatan lain yang akan dilaksanakan untuk menambah wawasan mengenai sampah plastik. Ada talkshow membahas dampak lingkungan akibat sampah dan cara pengelolaan sampah, workshop, nonton film, games dan aksih bersih pilah sampah.

Baca Juga  Ratusan Warga Halangi Petugas PN Polewali Tinjau Lahan Sengketa

“Jadi pada kegiatan ini nantinya kita juga melakukan pendidikan tentang sampah dan dampaknya,” pungkasnya. (rls/thaya)

Editor: Sulaeman Rahman

Komentar

News Feed