oleh

Dinilai Arogan, Kepala Kantor Imigrasi Polewali Mandar Dituntut Mundur

POLMAN- Kantor Imigrasi Polewali Mandar, yang terletak di Jalan Tritura, Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, didemo ratusan warga, Senin siang (19/10/2020).

Massa aksi yang mengatasnamakan diri Keluarga Besar Pitu Ulunna Salu (PUS), menuntut Kepala Kantor Imigrasi, Habiburrahman, mundur dan angkat kaki dari kabupaten Polewali Mandar.
Selain itu, massa aksi juga mendesak Habiburrahman untuk meminta maaf, lantaran sikapnya dinilai arogan, dianggap telah melecehkan Keluarga Besar PUS.

“Ada tiga poin utama yang disampaikan keluarga besar Pitu Ulunna Salu, yang pertama, permintaan maaf secara langsung kepada keluarga dan perwakilan aksi, yang kedua permintaan maaf yang dihadiri tokoh-tokoh adat, yang ketiga, surat pernyataan pengunduran diri yang sudah diiyakan oleh kepala kantor, selanjutnya delegasi massa aksi akan turun menjemput surat itu, bersamaan itu pula kepala kantor imigrasi polewali mandar akan meninggalkan kabupaten polewali mandar,” kata Koordinator Aksi Firmansyah kepada Paceko.com (Grup Siberindo.co).

Baca Juga  24 Jam Tertutup Longsor, Jalan Poros Mamasa-Mamuju Akhirnya Bisa Dilalui

Menurut Firmansyah, persoalan yang memicu reaksi dari keluarga besar PUS, berawal dari masalah yang melibatkan salah seorang ibu Dharma Wanita Kantor Imigrasi Polewali Mandar bernama Jaslipa dengan istri kepala Kantor Imigrasi. Diakui Firmansyah, ketika hendak meluruskan masalah ini, Jaslipa yang menemui Habiburrahman di ruangannya, mendapat perlakuan yang tidak layak lantaran diusir.

“Awalnya keluarga kami ibu Jaslipa memiliki masalah internal dengan istri kepala kantor imigrasi. Namun, Kepala Imigrasi justru bersifat arogan dengan mengusir ibu Jaslipa yang saat itu bermaksud meluruskan kasus tersebut,” terang Firmansyah.

Baca Juga  Warga Serbu Pelaksanaan Vaksinasi Dosis Kedua di Kodim Polman

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Polewali Mandar, Habiburrahman menjelaskan, persoalan yang memicu reaksi dari keluarga besar PUS, merupakan masalah internal Dharma Wanita, tidak berkaitan dengan urusan kantor.

“Masalah ini sebenarnya internal Dharma Wanita, tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan kantor “, kata Habiburrahman di tempat terpisah.

Dia mengungkapkan, pada tanggal 22 September 2020 lalu, Jaslipa bersama suaminya bernama Tri Kuncoro yang menjabat sebagai Kasubag TU di Kantor Imigrasi Polewali Mandar menemuinya dengan maksud mengklarifikasi persoalan Dharma Wanita. Persoalan muncul ketika Habiburrahman memotong penjelasan ibu Jaslipa, lantaran dianggap tidak dapat diselesaikan oleh kepala kantor.

Baca Juga  Rombongan Tim Paslon Bupati Mamuju Kecelakaan, Dua Orang Tewas

“Karena saya sebagai manusia pasti punya kesalahan, saya tadi sudah minta maaf kepada pihak ibu Jaslipa dan pak Tri (Tri Kuncoro), terkait tuntutan mereka,” tandas Habiburrahman.

Untuk itu, Habiburrahman berharap, masalah ini tidak melebar dan bisa diselesaikan sebaik-baiknya.

“Mudah-mudahan permasalahan ini tidak kemana-mana dan bisa diselesaikan dengan baik, apapun itu saya sebagai bawahan di sini, saya siap terkait dengan keputusan pimpinan terkait permasalahan ini,” pungkasnya. (Thaya/paceko.com)

Komentar

News Feed