oleh

Viral, Pasangan Pengantin Baru di Polman Diarak Pakai Gerobak Dorong

POLMAN– Pemandangan unik terjadi pada pesta pernikahan di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Kedua mempelai diarak menggunakan gerobak dorong menuju tempat pesta pernikahan.

Dalam rekaman video pendek viral di media sosial, masing-masing pengantin yang tampak memakai pakaian khas suku Jawa, duduk di atas gerobak dorong yang telah dihias.

Layaknya raja dan ratu, beberapa warga seolah mengawal sambil memayungi kedua pengantin agar tidak kepanasan. Ratusan warga juga terlihat mengiringi kedua pengantin baru ini, menuju lokasi pesta pernikahan.

Baca Juga  238 Kasus Positif Corona di Sulbar, Sembuh 144 Orang

Diketahui, pesta pernikahan unik ini terjadi di Dusun Kebumen, Desa Sumberjo, Kecamatan Wonomulyo, Jumat lalu (01/10).

Pengantin baru yang diarak menggunakan gerobak dorong, bernama Sujarwandi dan Arum Intan Sari. Keduanya diarak sejauh lebih kurang lima puluh meter.

Saat dikonfirmasi, pihak keluarga Sujarwandi mengaku sengaja mengarak kedua mempelai menggunakan gerobak dorong, untuk memberikan kesan berbeda dan unik pada pesta pernikahan tersebut.

“Itu masalahnya dari keluarga saya sendiri, artinya tiba-tiba muncul, ada pikiran untuk mengagetkan orang di sini, kejutan, soalnya sejak dulukan belum ada begituan, paling dokar dan bentor dan itu tidak terlalu mengejutkan,” kata ayah mempelai pria, H Wasito kepada wartawan di rumahnya, Minggu siang (03/10/2021).

Baca Juga  SDN 057 Pappandangan Polman Diterjang Banjir Lumpur dan Batu

Menurut Wasito, ide mengarak kedua mempelai menggunakan gerobak dorong yang biasanya dimanfaatkan warga untuk mengangkat batu merah, muncul secara tiba-tiba.

“Muncul dalam pikiran menggunakan gerobak pembuatan batu merah, dan disepakati keluarga saya. Dipakailah gerobak, malamnya gerobak disiapkan, dihias, disiapkan untuk membawa pengantin,“ bebernya.

Kendati harus diarak menggunakan gerobak dorong yang biasanya dipakai warga untuk membawa batu batu, kedua mempelai diakui tidak protes. Wasito menyebut kedua mempelai bahagia, menjalani semua proses dalam pesta pernikahan, yang telah persiapkan keluarga.

Baca Juga  Tanggul Jebol, 125 Hektar Tambak di Polman Terancam Tenggelam

“Tidak ada penolakan, karena dia (pengantin) pasrah. Terserah bagaimana caranya keluarga membuat acara. Istilahnya bahagia,“ pungkas Wasito sambil tersenyum. (thaya/paceko)

Editor: Sulaeman Rahman

Komentar

News Feed