POLMAN– Angka penularan kasus Covid-19 di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, terus mengalami peningkatan. Ruang ICU UGD pada dua rumah sakit di daerah ini yang melayani pasien Covid-19 juga penuh.
Ironis, kondisi tersebut berbanding lurus dengan sulitnya mendapatkan oksigen untuk menangani pasien Covid-19 khususnya yang menunjukkan gejala.
“Saya sebagai Bupati Polman sangat mengeluh tentang pengadaan oksigen, di mana Polewali Mandar sekarang covidnya (kasus) sangat meningkat dan sekarang sudah masuk zona merah,“ ungkap Andi Ibrahim Masdar kepada wartawan di taman Harmonis Kantor Bupati Polewali Mandar, Selasa (24/08/2021).
“Sekarang di ruang ICU UGD rumah sakit ditambah rumah sakit pratama yang kita buka khusus covid itu sudah penuh,“ sambungnya.
Menurut Andi Ibrahiim, selain harus mengantri lama, tidak jarang pihaknya juga harus terjun langsung ke Parepare, Sulawesi Selatan, demi mendapatkan tabung oksigen yang jumlahnya terbatas.
“Kemarin kalau tidak salah saya nontin di televisi, dikatakan bahwa oksigen cupup banyak. Tapi kenyataannya, mobil kami ke Parepare, karena ngambil oksigen di Parepare, itu ngantri dan paling banyak dapat 5 hingga 10 tabung oksigen. Kadang juga cuman dapat dua (tabung oksigen) baru pulang,” keluh pria yang akrab disapa AIM itu.
Untuk itu, AIM sangat mengharapkan perhatian dari Satgas Covid-19 Pusat, agar persoalan sulitnya mendapatkan tabung oksigen, untuk pasien Covid-19 bisa teratasi.
“Mohon Satgas covid pusat, untuk bisa memperhatikan kita-kita yang ada di daerah khususnya yang masuk daftar zona merah,“ pinta AIM.
Selain itu, AIM juga meminta kepada Satgas Covid-19 Pusat, untuk mengalokasikan vaksin dengan jumlah yang lebih banyak, untuk daerah-daerah yang termasuk dalam zona merah penyebaran COVID-19.
“Makanya saya minta kepada Satgas Pusat, kalau bisa yang zona-zona merah didahulukan untuk divaksin, paling tidak 50 persen dari jumlah warganya. Kalau Polman warganya 517 ribu, kalau bisa ini divaksin setengahnya dulu, biar aman, utamanya pelaku-pelaku usaha, yang menjual di pasar, yang warung-warung, soalnya kita beli makan dari warung, kalau pelayannya yang layani kena covid atau yang masak kena covid, kan kasian kita yang beli,“ pungkasnya.
Berdasarkan rekap data Satgas Covid Sulbar, bersumber data NAR (New All Record) update tanggal 23 Agustus 2021, jam 15.30 wita, total kasus terkonfirmasi Covid-19 di Sulbar sebanyak 11.140.
Paling banyak berasal dari Kabupaten Polewali Mandar, dengan jumlah mencapai 3343 kasus, angka kesembuhan 2683 kasus, yang menjalani isolasi mandiri 508 kasus, yang jalani perawatan 35 kasus, dan angka kematian sebanyak 117 kasus. (thaya/red)
Editor: Sulaeman Rahman











Komentar