oleh

Warga Geger Temukan Karung Mencurigakan di Kawasan Pertokoan

POLMAN– Warga di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, digegerkan penemuan karung mencurigakan. Karung tersebut mengundang perhatian lantaran mengeluarkan bau tak sedap hingga ceceran darah.

Penemuan karung mencurigakan, ini terjadi di jalan trans Sulawesi, depan kawasan pertokoan di Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Sabtu sore.

Karung mencurigakan ini diketahui telah berada di depan salah satu toko, sejak Sabtu pagi, dan tidak diketahui siapa pemilik atau orang yang membawanya.

Baca Juga  Harga Kedelai Melonjak, Pedagang Tahu dan Tempe di Polman Resah

Warga mulai curiga, setelah melihat ada rembesen darah keluar dari karung disertai bau menyengat.

Usai menerima laporan warga, personil kepolisian dari Polsek Urban Wonomulyo, langsung ke lokasi melakukan pemeriksaan, untuk memastikan isi dalam karung mencurigakan itu.

Setelah dibuka, karung mencurigakan tersebut ternyata berisi bangkai, sisa perut ikan dan cacing yang telah mati.

Baca Juga  Seorang Wanita di Polman Terekam CCTV Curi Kotak Amal

“Ternyata kayak cacing semua di dalam, perkiraan dari semalam di sini, sempat dikira mayat, karena di pinggir jalan apalagi ada keluar darah,“ ujar Kepala Lingkungan Ujung Baru, Latif kepada Paceko.com grup Siberindo.co, Sabtu (14/08/21).

Tidak diketahui secara pasti, apa motif sehingga karung tersebut ditinggalkan di depan toko, yang di dekatnya terdapat warung makanan.

Warga menduga, karung berisi bangkai, sisa perut ikan hingga cacing tersebut sengaja ditinggalkan, lantaran tidak jauh dari lokasi terdapat tempat pembuangan sampah.

Baca Juga  Berkontribusi Atas Pembangunan Pers, Pj Gubernur Banten Al Muktabar Raih Anugerah Sahabat Pers SMSI

“Ini mencurigakan, kenapa sengaja ditinggal di sini, apalagi di sini ada warung makanan,“ kata salah seorang warga yang enggan menyebut namanya.

Penemuan karung berwarna putih yang awalnya diduga berisi mayat ini, sempat mengakibatkan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian, alami kemacetan panjang. (thaya/red)

Editor: Sulaeman Rahman

Komentar

News Feed