oleh

Perketat Prokes, MAN 2 Polman Gelar UMBK Tatap Muka

POLMAN- Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Polewali Mandar, Sulawesi Barat, melaksanakan Ujian Madrasah Berbasis Komputer (UMBK) secara tatap muka. Penerapan protokol kesehatan (prokes) diperketat, untuk mengantisipasi penularan virus corona.

Berdasarkan pantauan Paceko.com grup Siberindo.co, sebelum ujian dimulai, para peserta wajib melewati pemeriksaan suhu tubuh, mencuci tangan, dan memakai masker. Pihak sekolah juga membagikan masker, bagi peserta yang datang ke sekolah tanpa memakai masker.

Ketika berada dalam  ruang kelas, para peserta ujian juga diwajibkan menjaga jarak. Setiap kelas hanya diisi 10 orang peserta ujian.

“Mulai dari anak-anak memasuki lokasi sekolah diharapkan memakai masker, diukur suhu tubuhnya oleh petugas, yang tidak memakai masker kami berikan masker, yang tidak sempat bawa masker kami berikan masker, kemudian tidak berkerumun di dalam lokasi tempat ujian. Kemudian kami juga membagi anak-anak ke dalam kelompok yang sangat kecil 10 orang dalam satu ruangan dan menjaga jarak, “ ujar Kepala Sekolah MAN 2 Polewali Mandar, Budiman, SAg, MAg, saat dikonfirmasi di kantornya, Senin (29/03/2021).

Baca Juga  Kebakaran di Polman, Dua Kakak Beradik Tewas Terpanggang

Budiman menyebut, ujian tatap muka digelar, lantaran pelaksanan ujian secara daring (dalam jaringan) dianggap tidak maksimal, lantaran memiliki sejumlah kendala. Salah satunya, keterbatasan jaringan internet yang belum menjangkau daerah asal seluruh murid di Madrasah ini.

“Untuk ujian online yang kami lakukan memang menghadapi banyak kendala, khususnya masalah jaringan internet bagi anak-anak yang wilayahnya tidak terjangkau internet. Kami mencoba memfasilitasi anak-anak dengan memberikan kuota, tetapi tempatnya kami atur, supaya anak-anak betul-betul bisa mengikuti ujian online dengan lebih baik,“ imbuhnya.

Sebelum pelaksanaan UMBK secara tatap muka ini digelar, Budiman mengaku, telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk meminta persetujuan orang tua murid.

Baca Juga  Phobia Jarum Suntik, Sejumlah Siswi di Polman Ketakutan Divaksin

“Jadi sebelum UMBK ini dilaksanakan, terlebih dahulu kami berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk dengan orang tua murid, yang telah memberikan persetujuan bagi kami untuk melaksanakan ujian secara langsung atau tatap muka,“ terangnya.

Ia mengungkapkan, pelaksanaan UMBK tatap muka ini bisa menjadi motivasi belajar, sebagai persyaratan bagi murid untuk menamatkan pendidikan di sekolah ini.

“Kami ingin anak-anak betul-betul merasa hadir di madrasah ini untuk melaksanakan ujian, supaya mereka merasa tamat di madrasah ini setelah melalui ujian, karena persyaratan bisa tamat harus melalui ujian,“ tandas Budiman.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Polewali Mandar, Drs H Muliadi, MPd mengatakan, teknis pelaksanaan ujian tingkat Madrasah, diserahkan kepada satuan pendidikan masing-masing.

”Ujian Madrasah ini seluruhnya diserahkan kepada satuan pendidikan dengan caranya sendiri. Semua diserahkan sehingga ujian ini bisa berlangsung. Kalau di MAN dilakukan secara begini (tatap muka, red),“ kata Muliadi, yang dikonfirmasi usai memantau pelaksanaan UMBK tatap muka di MAN 2 Polewali Mandar.

Baca Juga  Dijemput Menggunakan Kendaraan Kodim, Warga Antusias Divaksin

Ia menegaskan, dalam waktu dekat, proses pembelajaran secara daring tidak akan dilakukan lagi.

“Insya Allah tahun pelajaran ini, 2021-2022 daring itu kita tinggalkan untuk memulai pembelajaran yang sebenarnya,“ ungkap Muliadi.

Selain itu, menurut Muliadi, pembelajaran yang efektif dilakukan secara tatap muka.

“Daring ini alternatif, daripada tidak belajar maka kita laksanakan daring. Daripada daring susah dilaksanakan, maka kita akan lakukan luring (luar jaringan),“ pungkasnya.

Rencananya, UMBK tingkat Madrasah ini digelar selama sepekan, hingga tanggal 6 April 2021 mendatang.

Pihak sekolah berharap, UMBK ini bisa menjadi awal agar proses pembelajaran secara tatap muka bisa kembali digelar seperti sedia kala. (thaya/sur)

Komentar

News Feed