oleh

Tidak Manusawi, Pedagang di Mamuju Naikkan Harga Ditengah Pasca Gempa

MAMUJU, Siberindo – Sejumlah pedagang di Mamuju, Sulbar, mulai meninggikan harga dagangannya pasca gempa M 6,2 yang mengguncang Sulbar.

Kenaikan harga turut dipicu kepanikan terkait persediaan kebutuhan sehari-hari di pengungsian.

Seorang pengungsi Rahmawati mengaku kaget dengan harga telur. Tak tanggung-tanggung harganya mencapai Rp 50 ribu lebih, indomie Rp 150 ribu per dos, dan bahan pokok lainnya yang harganya sangat tidak manusawi.

Baca Juga  Pengunjung Pasar Marasa Wonomulyo Membludak, Protokol Kesehatan Diabaikan

“Sungguh tidak manusawi, kasihan saudara saudara kita sudah kena bencana diperhadapkan lagi dengan harga yang mencekik,” kesalnya, Kamis (21/1/2021).

Dia berharap para pedagang tidak memainkan harga dagangannya. “Janganlah menaikkan harga sesuka hati,” cetusnya.

Kenaikan harga ditengah pasca gempa, kata Rahmawati bisa memicu dan merembet harga bahan pokok lainnya.

“Ini bisa merembet ke produk lainnya. Kasihan kami-kami yang susah ini,” pungkasnya.

Baca Juga  Kick Off HKSN 2024 Dimulai di Desa Talaga: Kolaborasi Mensos Saifullah Yusuf, Mendes Yandri, dan SMSI Pusat

Rahmawati meminta pemerintah dan aparat menindak para pedagang yang memainkan harga di pasaran.

“Saya minta Pemerintah dan aparat kepolisian tindak pedagang yang tidak memahami kondisi masyarakat sekarang ini,” pungkasnya. (Fakta79.Net)

 

Komentar

News Feed