POLMAN- Pekan ini Polewali Mandar (Polman), Majene dan Mamuju beserta 36 kabupaten dan kota di Indonesia ditetapkan berubah dari zona risiko sedang (oranye) ke zona risiko tinggi atau zona merah penularan virus corona.
Seiring dengan penetapan menjadi zona merah oleh Satgas Covid-19 Pusat, sedikitnya ada delapan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Polewal Mandar dinyatakan terpapar Covid-19.
Bupati Polewali Mandar, Andi Ibrahim Masdar, menyampaikan ini saat menggelar swab massal terhadap 64 pejabat di daerahnya. Kegiatan yang digelar untuk mencegah penularan virus corona berlangsung di halaman belakang Kantor Bupati Polewali Mandar, Rabu (13/01/2021).
“Ada delapan pimpinan OPD dan keluarganya yang terpapar Covid-19. Sehingga dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona kita lakukan swab massal. Tahap pertama, pejabat dan sopirnya dulu, menyusul para ASN lingkup Pemkab Polman,“ kata Andi Ibrahim Masdar kepada wartawan.
Andi Ibrahim menyebut, swab massal yang turut diikuti para kepala bagian dan seluruh camat sebagai upaya memutus rantai penularan virus corona, yang kembali meningkat pada awal tahun 2021.
Ia mengaku, peningkatan kasus Covid-19 di Polewali Mandar, akibat banyaknya warga yang mengabaikan protokol kesehatan. Salah satunya pelaksanaan hajatan disertai pesta yang tidak berizin.
“Kami sudah imbau agar tidak membuat acara yang mengundang banyak orang berkumpul. Tetapi imbauan tak didengar, sehingga perlu tindakan tegas aparat. Parahnya lagi banyak ASN yang menghadiri hajatan tersebut,” ungkapnya.
Untuk itu, Ibrahim meminta kerjasasama TNI-Polri untuk memberikan tindakan tegas, kepada para pelanggar protokol kesehatan.
Pelaksanaan swab massal ini juga diikuti Bupati Polewali Mandar, Wakil Bupati Polewali Mandar HM Natsir Rahmat, Sekkab Polewali Mandar Andi Bebas Manggazali.(thaya/sur/red)











Komentar