POLMAN- Masalah pendidikan di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) perlu mendapat perhatian dari seluruh elemen. Dibutuhkan keseriusan meningkatkan mutu pendidikan yang terbilang rendah jika melihat hasil UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer).
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Sulbar, Usman Suhuriah, saat mengikuti rembuk pendidikan dengan tema “Akselerasi Peningkatan Mutu Pendidikan”.
Kegiatan ini berlangsung di Hotel Ratih, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Kamis (26/11/2020) kemarin.
“Kami mengapresiasi rembuk pendidikan ini. Berharap akan memberikan manfaat dalam menjawab peningkatan mutu pendidikan. Lewat forum ini diharapkan ada solusi mengatasi sejumlah problem dunia pendidikan di Sulbar,” kata Usman Suhuriah.
Usman berharap, rembuk pendidikan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulbar, dapat menjawab berbagai isu strategis di dunia pendidikan.
“Terutama peningkatan kualitas siswa, guru sebagai tenaga pendidik serta manajemen sekolah. Apalagi, peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia) merupakan visi pertama Gubernur Sulbar,” terang politisi partai Golkar ini.
Untuk itu, Usman meminta, agar kedepan, penganggaran pendidikan tidak lagi semata mengutamakan pembangunan fisik.
“Tetapi juga memberi porsi anggaran untuk peningkatan kualitas guru dan siswa, termasuk mewujudkan akreditasi seluruh sekolah,” pungkas mantan Ketua KPU Sulbar itu.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Sulbar, Prof Gufran Darma Dirawan mengaku jika selama ini paradigma pendidikan khususnya di sekolah, hanya berorientasi pada fisik pembangunan infrastruktur.
“Kedepan, bukan itu lagi yang menjadi orientasi, tetapi bagaimana meningkatkan SDM menjadi suatu ikon Sulbar, sehingga predikat terbelakang dalam SDM dapat ditiadakan, menjadikan Sulbar setara dengan daerah lain dalam peningkatan sumber daya,” ungkap Gufran.
Menurut Gufran, ada tiga hal yang mesti menjadi perhatian dalam peningkatan mutu pendidikan.
“Ketiga hal tersebut yakni kompetensi guru, kompetensi siswa dan perbaikan institusi pendidikan, “ jelasnya.
Pada kesempatan sama, Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sulbar, Sinar Alam menyampaikan standar mutu pendidikan yang tidak dapat dipisahkan dari beberapa aspek. Ia menambahkan, pihaknya terus melakukan pendampingan, mendorong sekolah dapat membangun sistem penjaminan mutu. Disamping itu mendorong sekolah mengembangkan kekhasan sebagai inovasi untuk membangu sekolah kreatif.
Rembuk pendidikan ini diikuti Komisi IV DPRD Sulbar, kepala sekolah SMA-SMK se-Sulbar, Dewan Pendidikan Sulbar, forum komite sekolah, LSM dan media. (Thaya/sur/red)











Komentar