oleh

Peringatan Maulid Nabi Muhammad  SAW di Majene dengan Prokes Covid-19

MAJENE – Pemerintah Kabupaten Majene, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Majene, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majene dan Pengurus Masjid Agung Ilaikal Mashir Majene melaksanakan secara bersama peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dilaksanakan di Masjid Ilaikal Mashir pada Rabu (4/11/2020), dilaksanakan dengan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) pencegahan virus corona atau covid-19.

Penerapan Prokes Pencegahan Covid-19 sekaligus sebagai upaya untuk terus melakukan sosialisasi, agar masyarakat semakin sadar. Utamanya dalam memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan pada berbaghai kegiatan, acara, pertemuan danyanglainnya.

“Di tengah situasi pandemi covid-19, tetap disesuaikan dengan anjuran pemerintah. Karena Rasulullah pun telah mengingatkan untuk urusan dunia menjadi domain dari pemerintah, seperti pakai masker dan jaga jarak,” ungkap Adnan Nota, Kepala Kantor Kemenag Majene, pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriyah.

Baca Juga  Warga Lombong Usulkan Mobil Ambulans  ke AST-Aris

Ia menyebut, terdapat sekitar 90 persen umat Islam merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Meski sebagian mengatakan, bahwa perayaan maulid Nabi merupakan hal yang bid’ah karena tidak dicontokan di zaman kenabian.

“Secara perspektif, memang tidak ada satupun dalil dan hadits yang menguatkan perayaan Maulid. Namun jika perayaan maulid berdasarkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW, maka banyak ayat hadits yang menguatkan. Dalam Aqur’an dan hadits yang mengharuskan kita mencintai Rasulullah. Salah satunya, Siapa yang mencintai Rasulullah, maka kelak akan bersama di surga,” urainya, seperti dilansir SBChannel.id (Grup Siberindo.co).

Baca Juga  Total Pasien Positif di Sulbar Sebanyak 232, Terbanyak di Polman

Pada perigatan Maulid ini, panitia memberika Piagam Penghargaan kepada 29 santri dan santriwati kelompok pengajian Masjid Ilaikal Mashir, karena telah khatam Al-Quran.

Sementara, Pj Sekda Majene Masriadi Nadi Atjo mengapresiasi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan peringatan lainnya, karena telah menjadi tradisi masyarakat muslim. “Peringatan Maulid Nabi merupakan sarana syiar Islam dalam menumbuhkan dan meningkatkan keimanan dan mendalami ajaran Islam, seperti yang dicontohkan baginda Rasulullah,” paparnya.

Baca Juga  Penjabat Sementara Bupati Majene sebagai Ketua Satgas Penanganan Covid-19

Ia berharap, kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) jajaran Pemkab Majene, untuk selalu mencontohkan Akhlaq Nabi dalam gerak dan langkah. “Terutama dalan menjalankan tupoksi selaku aparatur sipil dan pelayan masyarakat,” tandasnya.

Hadir dalam peringatan Nabi, mewakili Dandim 1401 Majene, Kapolres Majene, mewakili Kajari, Staf Ahli dan para Asisten Setda Majene, Pimpinan BUMN BUMD, Kepala OPD, Para Kabag Setda, DPRD Majene, para Camat, Lurah se-Kecamatan Banggae dan Banggae Timur, PHBI Majene, Perwakilan Baznas, Perwakilan organisasi, serta undangan lainnya. (Abd. Hafid)

Komentar

News Feed