oleh

Ucapan Duka Atas Wafatnya Putri Bungsu Ulama Besar Imam Lapeo

POLMAN- Kabar duka datang dari Kabupaten Polewali Mandar. Putri bungsu Ulama Mandar KH Muh Tahir (Imam Lapeo) bernama Hj Marhumah Tahir, telah berpulang ke rahmatullah.

Almarhumah menghembuskan nafas terakhir di kediamannya, di Desa Lapeo, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Minggu (01/11).

Kepergian almarhumah menyisakan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan kerabat, warga hingga para tokoh di Sulawesi Barat.

Baca Juga  TP-PKK Sulbar Edukasi Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19

Salah satunya dari tokoh perempuan Hj Nurnazila H Kalammor, yang mengaku sangat merasa kehilangan kepergian almarhumah.

“Innalillahi wainnailahirojiun, beliau adalah sosok kharismatik, yang ramah dan penyayang, beliau orang tua kami yang selama ini selalu memberi petuah dan doa,” kata Nurnazila kepada Paceko.com (grup Siberindo.co), Senin (02/11).

Menurut Nurnazila, Almarhumah Hj Marhumah adalah tokoh kharismatik yang memiliki pengaruh besar di bidang keagamaan.

Baca Juga  Lapak Pedangang K5 di Wonomulyo Akan Ditertibkan

“Semasa hidupnya, Almarhumah mendedikasikan diri untuk melayani umat, hampir setiap hari rumahnya dipenuhi peziarah yang berdatangan dari berbagai daerah,” ungkapnya.

Untuk itu, Nurnazila mengajak seluruh warga, untuk mendoakan almarhumah, agar amal ibadahnya mendapat ganjaran berlimpah dari Allah SWT.

Hj Marhumah Thahir wafat di usia 89 Tahun. Ayahnya, Imam Lapeo dikenal sebagai ulama kharismatik, penyebar ajaran Islam di Sulbar khususnya di tanah Mandar.

Baca Juga  Megawati Diangkat Jadi Profesor Kehormatan di Unhan, Nurnazila Ucapkan Selamat

Semasa hidup, almarhumah Hj Marhumah pernah menjadi guru salah satu madrasah di Kabupaten Polewali Mandar. (Thaya/sur/Paceko.com)

Komentar

News Feed