oleh

Ratusan Warga Halangi Petugas PN Polewali Tinjau Lahan Sengketa

POLMAN- Upaya petugas dari Pengadilan Negeri (PN) Polewali Mandar, melakukan peninjauan objek sengketa lahan di Desa Parappe, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Senin siang (29/03/2021), diwarnai keributan.

Dalam rekaman video pendek yang telah beredar luas di media sosial, terlihat ratusan warga memberikan perlawanan dan mengusir petugas PN Polewali Mandar meninggalkan lokasi.

Objek yang sengketa seluas  empat hektar yang akan ditinjau pihak PN Polewali Mandar, merupakan tanah persawahan serta pekarangan yang di atasnya berdiri puluhan rumah warga. Diketahui, jumlah warga yang menjadi tergugat dalam sengketa tanah ini sebanyak 33 orang.

Baca Juga  Sempat Dilepas, Buaya di Saluran Irigasi Polman Kembali Ditangkap

Salah satu tergugat dalam sengketa tanah ini, Haris, mengatakan perlawanan diberikan lantaran objek yang dipersengketakan dianggap salah sasaran.

”Objek tidak termasuk dalam gugatan, makanya mengamuk,“ kata Haris kepada Paceko.com grup Siberindo.co melalui sambungan telepon, Senin petang.

Dia juga menegaskan, pihaknya akan terus mempertahankan tanah miliknya, yang telah diklaim orang lain

Baca Juga  Muzani: Food Estate Program Keniscayaan untuk Jadikan Indonesia Cadangan Pangan Dunia

“Kami akan pertahankan hingga titik darah penghabisan. Kami yakin, tanah yang kami tempati adalah warisan leluhur kami, bukan milik orang lain,“ pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Kepala Kepolisian Sektor Campalagian, Ipda Saffari mengungkapkan, peninjauan yang dilakukan pihak PN Polewali Mandar, merupakan upaya majelis hakim untuk memperjelas batas objek yang dipersengketakan.

“Di objek gugatan ada tanah pekarangan dan sawah, maka majelis hakim melakukan pemeriksaan setempat dengan minta pada penggugat tunjuk lokasi dan batasnya dan diikuti pihak tergugat. Jika tergugat ada sanggahan atau bantahan maka itu akan dicatat panitera,” tulis Saffari melalui pesan singkat.

Baca Juga  Mathla’ul Anwar, Muktamar, dan Khittah

Saffari mengaku, kendati telah dikawal polisi, petugas PN Polewali Mandar terpaksa mundur dari lokasi sengketa, lantaran dihalangi ratusan warga.

“Perwakilan penggugat dan kuasanya yang dalam pengawalan petugas, kita dicegat dan dihalangi, sehingga kita putuskan untuk mundur guna cegah hal yang buruk terjadi,” terangnya. (thaya/sur)

Komentar

News Feed