oleh

Mengeja Kebersahajaan dan Kesederhanaan Sosok Andi Ruskati Alibaal

Siberindo.Sulbar.| Mengeja dan menarasikan sosok Ibu Hj.Andi Ruskati dalam berbagai sudut pandang tentang berbagai tanggung jawab yang diemban baik sebagai seorang Ibu bagi dua putra, Pendamping Suami yang menjadi pemimpin tertinggi di tingkat Provinsi yang sebelumnya juga menjadi pimpinan tertinggi di Kabupaten Selama dua Periode, maupun sebagai sosok politisi yang mengemban amanah rakyat Sulbar di Senayan yang sudah pada periode kedua setelah terpilih kembali pada pileg 2014 lalu, tak ada diksi yang lebih dapat mewakili tipikal khas yang dimiliki Wanita Mandar kelahiran Majene 27 Juli 1958 tersebut, selain kebersahajaan dan kesederhanaan.

Titian hidup yang ia jalani mengalir saja seperti air, dan semua dijalaninya dengan siakp biasa-biasa saja, tidak ada hal yang berbau basa-basi dan upaya penonjolan diri meskipun hal itu ia pantas lakukan, sebagai perempuan yang bergaris Keturunan Bangsawan cucu Raja Banggae(sebuah episode pemerintahan sebelum Kemerdekaan) juga sebagai Istri Mantan Bupati Polman dua periode yang kemudian saat ini sebagai Gubernur Sulbar sekaligus sebagai pimpinan partai di tingkat Provinsi yang telah duduk di Senayan untuk periode kedua, semua berjalan dengan oriental dan original tanpa polesan apatah lagi berlebih.

Berpijak pada garis kebersahajaan dan Kesederhanaan itu seiring kematangan usianya ia menjadi sosok perempuan dan ibu yang kuat.

“Hajjah Andi Ruskati Alibaal adalah sosok perempuan yang sangat kuat dan hebat yang multi peran, baik sebagai Ketua partai maupun sebagai seorang Istri yang mendampingi Bapak ABM sebagai Gubernur. Dalam waktu yang sama beliau juga anggota DPR RI yang harus tetap melaksanakan tugasnya sebagai wakil Rakyat, sementara pada sisi yang lain Ibu Ketua juga harus mampu membawa Partai Gerindra untuk tetap menjadi Partai yang terdepan dalam hal memperjuangkan aspirasi Rakyat Sulbar secara keseluruhan dan Konstituen yang memberikan amanah kepadanya,” Aku Politisi Gerindra ,Makmun Mustafa, satu ketika.

Pandangannya tentang kekuatan yang berada di balik Jiwa Andi Ruskati, bukanlah satu pandangan komparatif terhadap perempuan atau ibu yang lain imbuh Makmun, Namun hal itu sebagai semiotik yang mengisyaratkan bahwa sosok kepribadian seperti yang dimiliki Hj Andi Ruskati adalah langka ditemukan di Sulbar.

Ketika rotasi waktu ditarik sewindu ke belakang sebagai penegasan atas multi peran yang dijalankan oleh Ibunda Andi Ian Rusali ini, waktupun menjadi saksi atas penegasan itu, ketika suaminya Alibaal Masdar sukses memimpin Kabupaten Polman dua periode, Kesuksesan itu diharapkan Makmun kembali akan terulang saat ini sebagai Gubernur Sulbar, karena Hj.Andi Ruskati selalu setia menjadi pendamping di sisinya.

Baca Juga  Pasien Terkonfirmasi Covid-19 di Pasangkayu Meninggal

“Kami berharap di Yaumul Milad ke 62 bulan Juli ini beliau Ibu Hj.Andi Ruskati selalu diberikan kekuatan dan kesehatan oleh Allah Subhanahu Wataalah Tuhan Yang Maha Esa sehingga beliau tetap dapat melaksanakan tugas-tugasnya baik mendampingi suami menahkodai Sulawesi Barat maupun sebagai Anggota DPRRI yang mewakili Sulbar,” Pungkas Makmun.

Kesederhanaan, kebersahajaan dan sosok perempuan kuat yang menjadi tipikal esensial mantan Karyawan Bank BPD Sulsel tersebut, juga menjadi role mode bagi penggiat dan pemerhati perempuan seperti Dian Kartini. Dian Sapaan Karib Dian Kartini menilai sosok Andi Ruskati sebagai perempuan yang bisa mereferesentasikan value kemandaran, Ia kata Dian adalah pengemban nilai-nilai Malaqbiq yang menjadi maskot nilai kemandaran

Dibalik itu kata Dian, Andi Ruskati adalah Sosok perempuan Religius,inovatif dan mau menerima kritikan,hujatan sekalipun sebagai evaluasi membuatnya tangguh sehingga dalam aspek politik dapat figur Teladan, motivator dan inspirasi perempuan perempuan yang mengabdikan dirinya dalam ranah politik.

Baca Juga  Pasutri di Pasangkayu Ditemukan Tewas di Kamarnya

Gaya berpolitik santun ketika turun mendengar keluhan masyarakat juga menjadi ciri khasnya, bahkan di daerah yang sangat jauh dan susah akses jalan beliau tetap menyempatkan waktunya.

Gaya komunikasi dan memperlakukan semua kalangan dengan ramah dan solutif membuatnya ia makin dicintai Masyarakat.

Dia selalu mengajarkan makna menjadi pemimpin yang sebenarnya beliau tunjukan yang sejatinya adalah pelayan Rakyat. Memimpin kata Ibu Andi Ruskati berarti menjalankan Amanah Allah untuk mengabdi sebagai hamba. Perempuan Berdaya menurutnya adalah tonggak kemajuan daerah begitu energi yang selalu beliau transfer kan kepada perempuan perempuan di lingkungannya.

” Ini bukan pernyataan yang melebih-lebihkan tentang beliau, tapi memang secara Esensi dan ekstensial begitulah adanya, Ibu Andi Ruskati adalah representasi perempuan mandar dengan karakter malaqbi,penuh kesederhanaan yang dapat menjadi panutan dan teladan bagi Generasi Sulawesi Barat, Yaumul Milad ke 62 Ibunda, sehat dan panjang umur, tetap berkah dan amanah..Amin.,” Harapnya.|Samad/banniq.id

Komentar

News Feed