Laporan: Thaya–Editor: Sulaeman Rahman
KABUPATEN Polewali Mandar di Sulawesi Barat memiliki kawasan wisata agro terpadu. Namanya Kappung Ihing.
Kawasan wisata yang berada di Desa Ihing, Kecamatan Bulo, ini tidak hanya menawarkan keindahan panorama alamnya yang masih alami, tetapi juga menjadi surga bagi pencinta buah durian.
Pengunjung yang datang tidak hanya bisa melihat hamparan tanaman buah durian, tetapi juga merasakan sensasi memetik buah durian montong, dan menikmati buah durian langsung di bawah pohonnya.
Balutan kesegaran udara khas pedesaan, memberi sensasi tersendiri bagi pengunjung, saat menikmati manis dan legitnya rasa daging buah durian di tempat ini.
Menariknya lagi, setiap pengunjung dapat menikmati lezatnya buah durian ini, tanpa harus mengeluarkan uang yang merobek kantong. Setiap buah durian, dibandrol seharga 25 ribu rupiah/kilogram. Pengelola juga memberikan jaminan kualitas isi, bagi pengunjung yang ingin membawa pulang buah durian sebagai ole-ole.
Untuk mencapai kappung wisata Kappung Ihing tidak sulit. Berjarak sekira 21 kilometer dari Kecamatan Wonomulyo, yang menjadi pusat perdagangan Kabupaten Polewali Mandar. Pengunjung bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, melewati akses jalan yang cukup baik.
Sesampainya di kawasan wisata agro Kappung Ihing, mata pengunjung akan dimanjakan dengan hamparan ribuan tanaman durian jenis montong, pada areal perbukitan seluas tujuh hektar. Lantaran berada pada ketinggian 350 Mdpl. Tidak mengherankan, di tempat ini pengunjung juga dapat melihat panorama alam lainnya, berupa pemandangan khas pedesaan.
Jika sedang beruntung, pengunjung juga bisa melihat punggung kawasan perbukitan sekitar yang berwarna kuning. Warna kuning tersebut berasal dari hamparan tanaman padi ladang yang sudah siap panen.
Di kawasan wisata agro ini, pengelola telah menyiapkan sejumlah fasilitas, di antaranya gazebo, toilet, pelataran parkir yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat memasang tenda, serta sejumlah fasilitas penunjang lainnya, untuk memberikan kenyamanan buat pengunjung.
Pengelola Kappung Ihing, Jalaluddin Syam mengungkapkan, tidak pernah terpikir untuk mengembangkan perkebunan buah durian yang telah dikelola sejak tahun 2012 lalu, menjadi kampung wisata agro.
“Sebenarnya niat dari awal kalau persoalan pengembangan itu tidak ada, tidak ada niat perencanaan untuk pengembangan ke agro wisata, cuma mungkin motivasi dari pengunjung dan seluruh keluarga serta masyarakat, kita berbuat mencoba untuk mengembangkan,“ ujar Jalaluddin kepada Paceko.com grup Siberindo.co.
Jalaluddin menyebut, ada banyak potensi yang bisa dikembangkan di Kappung Ihing ini.
“Untuk Desa Ihing ada banyak sesuatu yang bisa kita perbuat, bukan cuma buah durian, ada kopi, jahe kemudian porang. Tapi saya lebih fokus untuk pengembangan wisata alam, yang pertama mengenai sungai, ada air terjun di situ, karena pengunjung tidak akan bosan ketika melihat air,“ ujar pria berusia 48 tahun ini.
Kendati keberadaan Kappung Ihing telah menarik perhatian banyak warga, Ia mengaku masih memiliki banyak kendala dalam pengembangan kampung wisata agro ini. Masalah finansial salah satunya.
“Sebenarnya kendala banyak, persoalan pengembangan dua sampai tiga tahun ini tuntas, kami selaku petani dan pengembang betul-betul perlu ada sentuhan dan perhatian dari pemerintah. Kami butuh motivasi dan tidak terlepas dari financial,” tandas Jalaluddin.
Jalaluddin berharap, keberadaan Kappung Ihing ini, bisa mendongkrak perekonomian warga setempat. Apalagi pemasaran buah durian warga di daerah ini, telah menjangkau pasar sejumlah daerah.
“Sudah dua tahun ini saya pasarkan (buah durian) ke luar daerah. Jawa, Surabaya, dan Jakarta, terkadang juga kita kirim ke Kalimantan, tetapi kebanyakan ke Surabaya dan Jakarta,“ terangnya.
Namun demikian, dia mengaku, sejak pandemi virus corona terjadi, mengakibatkan pemasaran buah durian ke luar daerah mengalami penurunan. Jalaluddin berharap, kondisi segera normal.
“Karena melihat kondisi di masa pandemi, sejak tahun kemarin ada keterbatasan (pengiriman, red). Semoga pandemi segera berakhir, sehingga semua dampak khususnya masalah ekonomi yang ditimbulkan bisa normal kembali,“ harap Jalaluddin.
Sementara itu, Sekretaris Desa Ihing Rahmat Tanniewa mengatakan, pengembangan sektor pertanian khususnya tanaman buah durian di daerah ini, tidak terlepas dari dukungan pemerintah kabupaten yaitu Bupati Polewali Mandar, Andi Ibrahim Masdar.
“Syukur Alhamdulillah, apa yang kita dapatkan saat ini, dengan adanya agro wisata, tidak terlepas dari dukungan Bupati Polewali Mandar, Andi Ibrahim Masdar, semoga ke depannya bisa meningkatkan dukungan dengan memberikan anggaran untuk pengembangan kawasan wisata Desa Ihing,“ pungkasnya.
Setelah puas menyantap buah durian, pengunjung bisa merelaksasi diri dengan menikmati keindahan Air Terjun Palappakaruang, yang berjarak sekira satu kilometer dari Kappung Ihing.
Air terjun setinggi 10 meter ini menawarkan panorama keindahan alam yang tidak kalah menggoda. Keberadaan pepohonan tinggi dan kesegaran air yang mengalir, memberi sensasi bagi pengunjung, untuk berlama-lama menghabiskan waktu di tempat ini, sembari mengabadikan foto-foto yang instagramable tentunya.
“Kappung Ihing ini sangat direkomendasikan, karena memiliki panorama alam yang indah dan juga ada air terjun. Apalagi, di sini kita dapat menikmati buah durian yang sangat manis dengan dagingnya yang tebal,“ puji salah seorang pengunjung, M Fadly.
Menariknya lagi, belum ada tarif masuk yang ditentukan oleh pengelola alias gratis. Bagi pengunjung yang sekedar ingin menikmati keindahan panorama alam kawasan agro wisata Kappung Ihing ini.
Bagi warga yang membutuhkan alternatif wisata, khususnya di masa pandemi virus corona, Kappung Ihing ini bisa menjadi pilihan tujuan wisata bersama keluarga tercinta. Ayo ke kampung wisata Kappung Ihing. (***)











Komentar