Siberindo, Majene – Masyarakat di Kabupaten Majene semakin terpuruk saja. Pasalnya, saat hidup semakin susah di tengah pandemi Covid-19, malah tabung gas elpiji 3 kg langka.
Kalau pun ada, harga per tabung dijual di tingkat pengecer bisa tembus ke angka Rp30 ribu pertabung.
Menurut Ketua BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Majene, Irfan Pasewang, Selasa (28/07/2020), sudah beberapa bulan terakhir tabung gas elpiji 3 kg di Majene langka.
“Berdasarkan penelusuran kami, harga tabung gas di Pangkalan mencapai Rp20 ribu, padahal sebenarnya harga di Pangkalan hanya kisaran Rp16 ribu lima ratus pertabung. Tapi karena banyak permintaan dari masyarakat dan stok hanya sedikit, jadinya Pangkalan menaikkan harga. Itu pun pengecer hanya diberi jatah 1 sampai 2 tabung saja. Nah, kalau sudah sampai ke pengecer, harganya bisa tembus jadi Rp30 ribu pertabung,” ungkap Irfan Pasewang.
Dikatakan, jika tidak ada upaya yang dilakukan pihak terkait soal kelangkaan tabung gas elpiji ini, maka akan berdampak buruk kepada masyarakat bawah.
Lebih jauh kata dia, sebaiknya pangkalan tabung gas elpiji di Majene menambah stok tabung untuk melayani masyarakat.
“Jumlah tabung gas milik pengkalan tidak memadai untuk menyuplai ke masyarakat,” katanya.
Ia memberi contoh di salah desa di Kecamatan Tammeroddo Sendana, yang berpenduduk sekitar 600 an KK, tentu butuh pasokan tabung elpiji 3 kg sekitar 100 hingga 150 ratus di pangkalan.
“Sedangkan tabung gas elpiji Pangkalan disana hanya distok sekitar 50 tabung. Artinya, pasti banyak masyarakat yang tidak bakal kebagian,” ungkap pengusaha muda ini seraya menambahkan, Kabupaten Majene butuh penambahan pangkalan supaya kebutuhan gas untuk mesyarakat miskin terpenuhi.
Malah, pihaknya telah melakukan pendekatan kepada pihak perusahaan mitra Pertamina yaitu PT Isfat Jaya Abadi dan PT Candi Rama Perkasa sebagai distributor gas elpiji 3 kg wilayah Majene beberapa waktu lalu.
“Saya minta kepada mereka untuk penambahan kuota tabung dan pangkalan ke Majene, tapi tidak dosrepon oleh mereka,” aku Irfan Pasewang.
Dia berharap agar pihak terkait seperti Dinas Koperindag dan DPRD Kabupaten Majene melakukan klarifikasi sebab langkanya gas elpiji 3 kg di Majene.
(fajar/mamujupos.com)











Komentar