oleh

Hari Kedua Reses, SDK Kembali Serahkan Bantuan Sapi dan Lain-lainnya

Siberindo, Mamuju – Pada hari kedua reses anggota Komisi IV DPR RI, Suhardi Duka (SDK) kembali menyerahkan bantuan masing-masing 3 ekor sapi dan bantuan-bantuan lainnya langsung pada masyarakat melalui para kelompok tani. Dua daerah yang menjadi sasaran SDK adalah Desa Saletto Kecamatan Simboro dan Desa Topore Kecamatan Papalang.

Sebagaimana reses sebelumnya, SDK tidak mengundang warga terlalu banyak. Hanya perwakilan saja, sekitar 50an orang. Namun warga yang spontan hadir cukup banyak. Bahkan di Topore, warga justru membludak hingga ke bibir jalan. Meski mereka tetap menjaga social distancing.

Salah satu potret ekspresi masyarakat setelah mendapat bantuan Sapi

“Sekarang saatnya saling berbagi. Saya sekarang sudah menjadi wakil rakyat di Jakarta dan waktunya untuk memberi kepada masyarakat yang sudah memilih saya. Hanya maaf, hanya pupuk yang tidak bisa saya bagikan. Sebab Pemkab Mamuju menolak bantuan sebesar Rp3 miliar itu, sehingga saya alihkan ke Kabupaten Mamuju Utara. Bantuan jagung pun hampir ditolak, tapi sedikit di-push karena sangat dibutuhkan,” tuturnya, Selasa (28/07/2020).

SDK pun mengungkapkan alasannya masuk di Komisi IV, sesuai keinginannya. Sebab sebelumnya, Dia ditempatkan di Komisi VI.

Baca Juga  Anggota Komisi IV DPR RI dan KKP Bagikan Paket Ikan

“Di Komisi VI itu sangat ‘basah’. Karena salah satu mitra kerjanya adalah BUMN. Tapi, di Mamuju tidak ada BUMN dan masyarakat saya mayoritas petani dan nelayan. Karena itu saya meminta untuk di Komisi IV saja. Agar saya bisa menyalurkan aspirasi rakyat Mamuju secara optimal . Ya, seperti yang sekarang saya lakukan,” katanya.

Diakui, bantuan itu belum terlalu banyak. Sebab dia dilantik pada bulan Oktober 2019, dimana susunan anggaran sudah disahkan. Pada 2021, SDK akan berjuang maksimal.

Baca Juga  SDK: Manfaatkan Wifi dengan Baik dan Tetap Pakai Masker

“Ini sebagian bantuan dari beberapa kementrian. Dan memang saya minta sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta anggaran yang tersedia,” katanya.

Ada interaksi komunikasi yang natural antara SDK dengan masyarakat. Hingga mereka sama sekali tidak ragu untuk berbicara langsung menyampaikan kebutuhan kelompok taninya. Bahkan ada yang memberi saran maupun usulan. Semua dilakukan di bawah panggung saat seremoni reses, di depan warga banyak.

(her/mamujupos.com)

Komentar

News Feed