Siberindo.co, Mamuju – Ketersediaan gas elpiji 3 kilogram di wilayah Kabupaten Mamuju, mulai langka. Kondisi tersebut membuat harga elpiji jenis melon ini melambung harganya hingga Rp25-30 ribu per tabung.
Kenaikkan harga yang tidak wajar itu disinyalir karena tidak sesuai peruntukkan. Termasuk, dikonsumsi kalangan pelaku bisnis dan usaha.
“Kami sangat heran, elpiji kok sampai pindah harga seperti ini,” keluh Akbar, warga Kelurahan Binanga, Selasa (28/7/2020).
Menurut dia, langkanya elpiji jenis 3 kg ini membuat pengecer menaikkan harga sesuka hati di atas Harga Eceran Tertingi (HET) yang ditentukan pemerintah.
“Tapi sekarang malah mencapai Rp25-30 ribu per tabungnya. Ini ada apa?. Harusnya pemerintah segera mengusut masalah ini,” tambahnya.
Ia mensinyalir, langkanya elpiji 3 kg ini juga adanya penyalahgunaan yang dilakukan kalangan menengah dan pelaku usaha. Apalagi, pemakain gas elpiji 3 kg ini pengawasannya tidak seketat pupuk bersubsidi.
Hal senada juga dialami Aswad , warga Kelurahan Rimuku. Dia sejak beberapa hari terakhir sulit untuk mendapatkan elpiji 3 Kg.
“Dari kemarin carinya susah. Sudah keliling sampai Rangas juga tidak ada,” akunya.
Menurut Aswad, kalau pun ada, harganya saat ini sudah mencapai di atas Rp 25.000. “Bahkan ada yang menjual Rp 30.000,” katanya. (Us/Fakta79.Net)











Komentar