POLMAN- Sedikitnya 125 hektar areal tambak warga di Desa Panyampa, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat terancam tenggelam. Hantaman gelombang tinggi, menjebol tanggul penahan ombak yang berbatasan dengan tambak warga.
Salah satu petambak, Ahmad mengaku telah melakukan berbagai cara, untuk mencegah tanggul jebol. Namun hasilnya sia-sia.
“Sudah kita upayakan tapi tidak sanggup. Kami memperkuat tanggul dengan karung-karung, tetapi tetap jebol, “ kata Ahmad kepada Paceko.com grup Siberindo.co, Sabtu (27/02/2021).
Bahkan menurut Ahmad, jebolnya tanggul telah menenggelamkan sedikitnya 20 hektar areal tambak dan menghanyutkan dua rumah milik petambak.
“Yang sudah terendam lebih 20 hektar, sudah ada dua rumah petambak yang hanyut. Kalau tidak cepat ditangani lebih 125 hektar tambak terancam tenggelam,” ungkapnya berharap.
Keresahan serupa diungkap petambak lainnya, Tahir. Menurut dia, jebolnya tanggul sudah semakin parah hingga mencapai 300 meter.
“Kalau disana (tanggul, red)) tidak ditutup kita semua terancam. Apalagi panjang tanggul yang jebol kira-kira sudah mencapai 300 meter,“ ujarnya.
Untuk menyelamatkan tambak warga, Tahir menyebut pengerahan alat berat merupakan jalan satu-satunya.
“Satu-satunya jalan harus segera turunkan alat berat, tidak ada jalan lain. Kalau tidak dilakukan, tambak terancam hilang. Kalau ini tidak ditutup, pantai nanti sampai di sini,“ tegasnya.
Sementara itu, salah satu anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Panyampa, Irham mengatakan telah melaporkan masalah ini kepada pemerintah setempat.
“Sudah dilaporkan, katanya akan segera disampaikan kepada pemerintah Kabupaten. Semoga segera mendapat bantuan,“ terangnya.
Apalagi menurut Irham, jebolnya tanggul mengakibatkan petambak di daerah ini, menelan kerugian hingga puluhan juta rupiah.
“Soalnya, jebolnya tanggul terjadi saat tambak sudah mau di panen. Ikan dan udang dalam tambak hanyut semua, “ tutupnya. (thaya/sur)











Komentar