oleh

Posko Petakeang Talange Tampung 100 Balita

MAMUJU- Meskipun gempa magnitudo 6,2 sudah berlalu sepekan lebih, masyarakat Petakeang Talange, Kecamata Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, masih bertahan di tenda-tenda darurat di pengungsian.

Di posko pengungsi ini tercatat ada kurang lebih 100 bayi berumur di bawah lima tahun. Mereka terpaksa tinggal di pengungsian lantaran orang tua mereka masih cemas dan ketakutan.

Menurut koordinator posko, Riswan, bantuan kemanusiaan diperoleh dari relawan luar daerah. Upaya itu dilakukan dengan membangun komunikasi melalui media sosial.

Baca Juga  Pelajar di Sulbar Diajak Cegah Paham Radikalisme

“Kalau bantuan pemerintah juga ada, namun sifatnya terbatas. Kami kemudian meminta bantuan kemanusiaan dengan para relawan melalui media sosial,” ujar Riswan mewakili rekan-rekannya berjumlah 27 orang, Senin (25/1/2021).

Dia merinci, jumlah pengungsi di Petakeang Talange sebanyak 380 kepala keluarga dengan jumlah warga keseluruhan 1.051 jiwa. Pengungsi berusia lanjut atau lansia 11 orang dan sebanyak 100 anak balita.

“Kami masih sangat membutuhkan bantuan, siapa tahu para relawan kemanusiaan bersedia datang ke posko kami di Petakeang, Tapalang,” kata Riswan kepada Fakta79.net grup Siberindo.co.

Khusus balita, Riswan merinci sesuai klasifikasi umur. Balita 0-6 bulan 10 orang, 6-12 bulan 14, 1-3 tahun 44 dan 3-5 tahun 32.

Baca Juga  Klaster Pesantren tak Diinginkan Terjadi Lagi

Sementara itu, perkembangan terkini dampak gempa bumi magnitudo 6,2 di Sulawesi Barat per 23 Januari 2021, tercatat korban meninggal berjumlah 91 jiwa, hilang 3, luka berat 253, luka ringan 679, luka sedang 240. Warga yang mengungsi berjumlah 9.910 jiwa.

Di Kabupaten Mamuju teridentifikasi sementara 5 titik pengungsian, seperti di Jalur 2, Stadion Mamuju, Gerbang Kota Mamuju, Tapalang dan Kantor Bupati. Sedangkan di Kabupaten Majene, 2 titik teridentifikasi yaitu di SPN Malunda dan Desa Sulai, Malunda.

Baca Juga  Pengemudi Bentor Ditemukan Tak Sadarkan Diri dan Berlumuran Darah

Pascagempa, upaya penanganan darurat masih berlangsung hingga hari ini. Gubernur Sulawesi Barat memperpanjang status tanggap darurat bencana gempa bumi selama sepekan, terhitung dari 28 Januari hingga 4 Februari 2021.(sur)

Komentar

News Feed