MAMUJU– Sebagai langkah mempercepat pemulihan pasca gempa. Dukungan dari berbagai pihak, menunjang pelayan kesehatan pasca gempa melanda Majene dan Mamuju terus bergeliat.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat Muhammad Idris, saat memimpin rapat evaluasi penanganan bencana gempa Sulawesi Barat 24 Januari, di posko induk kantor Gubernur Sulbar.
Bersama Dandrem 142 Tatag Brigjen TNI Firman Dahlan, rapat evaluasi tersebut mengulas tentang sejumlah langkah yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam menangani dan memulihkan kondisi Sulawesi Barat pasca gempa 6.2 SR pada Jumat dini hari, 15 Januari lalu.
“Rapat evaluasi satuan tugas penanganan gempa Sulawsi Barat, mengurai persoalan-persoalan dan solusi yang dapat ditempuh di masing-masing klaster penanganan bencana yang telah dibentuk berdasarkan dengan peraturan yang ada,” kata Sekprov Muhammad Idris.
Ia menjelaskan, untuk kondisi Sulawesi Barat klaster kesehatan, klaster pengungsian oleh Dinas Sosial serta klaster sarana-prasarana yang ditangani oleh dinas PUPR menjadi pokok pembahasan utama mengingat satgas memiliki target untuk segera melakukan pemulihan berdasarkan waktu tanggap darurat yang telah ditetapkan.
Menurutnya, dari sisi penanganan kesehatan pasca gempa, dukungan dari berbagai pihak sangatlah besar. Mulai dari rumah sakit terapung TNI hingga rumah sakit lapangan di Makorem 142 Tatag Mamuju.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Kesehatan, telah memberlakukan sistem rujukan pelayanan kesehatan dan mempersiapkan RSUD Sulbar melakukan pelayanan di tenda-tenda, mengingat kekhawatiran berada di dalam gedung utama RSUD Sulbar,” ujarnya.
Mantan Deputi LAN RI ini juga menambahkan bahwa untuk Kabupaten Mamuju dan Majene, pemerintah juga telah mempersiapkan pelayanan di sembilan puskemas dengan memasang tenda pelayanan kesehatan sehingga tidak ada lagi ketakutan dari pasien maupun petugas kesehatan.
Idris mengaku, bahwa representasi dan cara kerja Sulawesi Barat dalam menangani bencana perlu diapresiasi. Dari beberapa pejabat Kementerian yang hadir bahkan langsung oleh Presiden RI maka ini tidak sekadar perhatian tapi juga semangat untuk segera pulih dan bangkit.
“Peralatan pelayanan kesehatan yang ada di Sulawesi Barat saat ini boleh dikata ini adalah sesuatu yang baru dan dapat menjadi model dalam klaster kesehatan penanganan bencana di Indoensia,” tandasnya. (idr/sol)











Komentar