oleh

Pemprov Sulbar Siap Menyokong Peningkatan Produktivitas Kedelai Nasional

Siberindo.Sulbar. Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia,mencanangkan peningkatan dan pengembangan komoditas kedelai sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional juga untuk mengurangi Impor kedelai yang selama ini masih terus dilakukan Pemerintah.

Untuk memaksimalkan program nasional sebagai upaya mendukung ketahanan pangan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulbar Mendukung secara total program tersebut melalui pembentukan Barikade Kedelai yang menjadi penanggung jawab langsung adalah Gubernur Sulbar.

Guna mendapat dukungan penuh oleh masyarakat petani terkait program ini, Gubernur Sulbar,HM Alibaal Masdar berharap semua komponen masyarakat untuk mendukung program tersebut,termasuk wartawan.

” Kami sengaja mengundang saudara-saudara semua agar dukungan terhadap pengembangan kedelai ini bapak-ibu juga mendukung melalui upaya menggairahkan masyarakat, menyampaikan melalui berita tentang pentingnya pengembangan Komoditas Kedelai ini,” Urai Alibaal Masdar saat silaturrahim dengan Puluhan Wartawan, di Rujab Gubernur Sulbar,,Sabtu Sore ( 25/7/2020) didampingi TA Gubernur Sulbar Bidang Ekonomi Ramlan dan Suyuti Marsuki Kabid Sosbud Bappeda Sulbar.

Baca Juga  Arismunandar Harap Tingkatan Kinerja GTPP TPPO

Program pengembangan komoditas kedelai tersebut sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas Kedelai yang semestinya sudah dapat berproduksi sampai 8 ton per hektar, Namun baru berkisar 1 sampai 2 ton perhektar.

” Kita sadari bahwa produktivitas Kedelai kita masih sangat jauh dari target yakni sekitar 8 ton perhektar, namun saat ini kita hanya mampu memproduksi Kedelai baru pada kisaran 1-2 Ton perhektar, dengan adanya program Barikade Kedelai ini, kita berharap produktivitas komoditas kedelai meningkat hingga20%,” Imbuhnya.

Baca Juga  Sebulan Terakhir dua Pejabat meninggal karena COVID-19

Untuk Sulbar sendiri sebut Alibaal, pada tahun anggaran 2020 ini telah dibudidayakan sekitar 500 hektar di desa Sumberjo Kabupaten Polman.

“Untuk tahapan awal, Kita telah kembangkan komoditas ini di Sulbar tepatnya di Wonomulyo, seluas 500 hektar mungkin di tahun depan bisa meningkat sampai 20%,”

Dia menambahkan, Sistim pengembangan prognas tersebut, Dilaksanakan melalui pemberdayaan tanah petani, dan ditanam sebagai layaknya tanaman tumpang Sari.

” Budidaya komoditas ini, sangat mudah dilakukan karena untuk menanamnya dilakukan dengan tumpang sari, jadi kedelai bisa tumbuh di Bawah Kelapa sawit,” Pungkasnya.

Baca Juga  Pemulihan Pascagempa, Askonas Minta Gubernur Prioritaskan Pengusaha Daerah

Di Tempat yang sama,TA Gubernur Sulbar Bidang Ekonomi,Ramlan menyampaikan, budidaya kedelai di Sulbar baru berkisar 500 hektar di Tahun 2020 ini kita berharap di tahun 2021 akan bertambah sekira 3000 hektar. Untuk mendukung hal tersebut,saat ini sementara persiapan dukungan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL)

“Untuk Sulbar baru sekira 500 hektar, kalau memungkinkan tahun depan akan ditambah sekira 3000 hektar, olehnya saat ini sudah persiapan CPCL bagi petani yang ingin mendukung pengembangan komoditas ini,” Pungkas Ramlan.| Samad/banniq.id

Komentar

News Feed