oleh

Warga Mamasa Meninggal Karena Corona, Proses Pemakaman Libatkan Belasan Relawan  

Jenazah pasien corona di Mamasa dimakamkan di lokasi pekuburan yang medannya cukup berat. Nampak belasan relawan memberikan bantuan. –ist–

MAMASA,- Untuk pertama kali, Satgas Covid-19 Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, mencatat seorang warganya meninggal dunia setelah terkonfirmasi tertular virus corona. Pasien yang meninggal adalah laki-laki berinisial AG, warga Kecamatan Balla, KabupatenMamasa.

“Untuk pertama kalinya di Kabupaten Mamasa ada salah seorang yang terkonfirmasi positif,“ kata Sekretaris Dinas Kesehatan Mamasa,  Amos Pampabone kepada wartawan, Rabu (23/12/2020).

Menurut Amos, sebelum meninggal pasien sempat jalani perawatan intensif di RSUD Kondosapata Mamasa, kemudian dirujuk ke RSUD Polewali Mandar untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga  Bentengi Anak Agar tidak Terpapar Paham Radikalisme

“Sebelumnya pasien ini dirawat di Rumah Sakit Kondosapata, kurang lebih 2 minggu, dan dirujuk ke Polewali 4 hari lalu. Di Polewali dilakukan swab test ternyata yang bersangkutan positif covid,“ terangnya.

Kabar meninggalnya pasien diketahui pihak Dinas Kesehatan Mamasa, setelah mendapat kabar pada Rabu subuh.

“Kami dihubungi bahwa yang terkonfirmasi positif asal Mamasa telah meninggaldunia, sehingga sejak tadi pagi kami mempersiapkan berkoordinasi dengan pihak keluarga, sehingga jenazah ini kita bisa makamkan dengan protokol covid,“ ucapAmos.

Untuk penanganan lebih lanjut, pihak Dinas Kesehatan Mamasa diketahui telah melakukan tracking terhadap kontak erat pasien.

Baca Juga  Kisah Miris Keluarga Disabilitas, Hidup Sebagai Kuli Mengupas Kelapa

“Jadi, sejak yang bersangkutan dinyatakan positif, maka tim surveilence Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa telah melakukan tracking dan saat ini telah melakukan isolasi terhadap 7 warga yang menyertai,“ pungkas Amos.

Berdasarkan pantauan Paceko.com grup Siberindo.co, belasan relawan dikerahkan untuk membantu proses pemakaman pasien sesuai protokol covid-19. Beratnya medan menuju lokasi pemakaman di Desa Rantelemo, Kecamatan Mamasa, menjadi kendala tersendiri bagi relawan. Apalagi lokasi pemakaman yang berjarak ratusan meter dari pemukiman warga, hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki melewati kawasan perbukitan.

Salah satu relawan mengaku berterima kasih mendapat kepercayaan dari masyarakat melaksanakan misi kemanusiaan ini.

Baca Juga  Bertikai Dalam Kamar, Pasutri Asal Matakali Terluka Parah

“Kami sebagai relawan sangat berterima kasih kepada masyarakat, karena telah mempercayakan kepada kami TNI-Polri, untuk memberikan pelayanan dalam hal ini penanganan jenazah covid sesuai protokol kesehatan. Kami sangat berhati-hati, karena kami selaku manusia punya keluarga, apalagi yang kami bawa ini positif corona,” ungkap Brigadir Sudirman.

Berdasarkan data yang dirilis Satgas Covid-19 Provinsi Sulawesi Barat, hingga saat ini tercatat angka kematian pasien Covid-19 di daerah ini telah mencapai 27 orang, terbanyak dari KabupatenPolewali Mandar.(thaya/sur/red)

Komentar

News Feed