POLMAN– Malang nasib Nuraeni (65), warga Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Janda tua ini hanya dapat menangis, meratapi rumahnya yang telah menjadi abu, rata dengan tanah.
Peristiwa kebakaran yang sempat mengundang perhatian warga ini, terjadi di Dusun Penanian, Desa Batetangnga, Kecamatan Binuang, Minggu (22/08/2021).
Rumah semi permanen milik Nuraeni habis terbakar, akibat ulah anaknya sendiri berinisial HA (30), yang diketahui adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
“Ya begitulah, karena kurang sehat dan stress, selalu dibawa ke rumah sakit,“ kata Nuraeni kepada wartawan, Senin siang (23/08/2021).
Saat kejadian, Nuraeni sedang tertidur. Ia selamat setelah dibangunkan dan ditarik oleh pelaku. Sudah hampir dua tahun lamanya, Nuraeni diketahui sulit bergerak, lantaran menderita stroke.
“Natarekka anakku, nabawa turun ke rumah, natarekka, naangkatka,” ujar Nuraeni lirih. Maksudnya dia ditarik dan diangkat anaknya turun dari rumahnya yang sedang diamuk api.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Nuraeni mengungkapkan tidak ada harta benda yang bisa diselamatkan, selain pakaian yang melekat di tubuhnya.
“Tidak ada yang bisa diselamatkan, cuma yang ada di badan saja,“ tuturnya lirih.
Kepala Desa Batetangnga, Muhammad Said mengungkapkan, pelaku pembakaran telah diamankan dan dibawa ke rumah sakit untuk jalani perawatan.
“Pelakunya orang tidak sehat, anak korban sendiri. Sekadang ada di rumah sakit, diobati, “ tegasnya.
Menurut Muhammad Said, saat kejadian, pelaku sempat terlihat turun dari rumah, kemudian mengambil bendera lalu berteriak merdeka.
“Waktu terbakar itu dia turun ambil bendera, kemudian dia kibarkan dan berteriak merdeka..merdeka,“ tutur Muhammad Said.
Pasca kejadian, pemerintah Kabupaten Polewali Mandar melalui Dinas Sosial setempat, langsung turun ke lokasi untuk memberikan bantuan kepada korban. Penyerahan bantuan berupa sembako dan peralatan dapur serta kebutuhan lainnya, dilakukan ibu Bupati Polewali Mandar, Hj Jumriah Ibrahim didampingi Kadis Sosial Polewali Mandar, H Azwar Jasin.
“Kami datang memberikan semangat, memberikan dukungan, agar yang kena bencana tidak merasa sedih, karena kami selalu ada untuk masyarakat,” tandas Jumriah yang juga menjabat ketua Palang Merah Indonesia Polewali Mandar.
Jumriah meminta warga untuk selalu waspada, mengantisipasi segala potensi bencana yang setiap waktu dapat terjadi.
“Harapan saya, mudah-mudahan bencana ini yang terakhir, tidak ada lagi bencana yang lain, namun tetap waspada, tetap berhati-hati, baik itu untuk bencana kebakaran, banjir, pokoknya harus hati-hati, “ tutup Jumriah. (thaya/red)
Editor: Sulaeman Rahman











Komentar