MAJENE- Sebanyak 100 guru terlatih akan diterjunkan melakukan pemulihan psikologi anak korban gempa di Kecamatan Ulumanda dan Malunda, Kabupaten Majene. Kegiatan ini direncanakan berlangsung selama tiga hari, 25-27 Februari 2021.
Sebelumnya, para guru terlatih tersebut telah mengikuti program pendampingan bertajuk Ruang Sahabat Untuk Anak Sulawesi Barat Sehat, Cerdas dan Ceria.
“100 guru yang terlibat bukan hanya guru SD, ada juga guru TK, guru SMP hingga guru mengaji,“ kata salah satu Master Teacher, Naim Irmayani, melalui pesan singkat kepada Paceko.com grup Siberindo.co Rabu (24/02/2021).
Menurut Naim, sedikitnya 15 Master Teacher dari berbagai latar belakang profesi berbeda. Antara lain pegawai LPMP, dosen, guru, BPBD, Dinas DP3A, tokoh agama, aktivis pemerhati anak, dilibatkan sebagai pendamping dan pemateri kegiatan.
“Dengan berbagai latar keilmuan, diharapkan dapat menyatukan persepsi keilmuan, untuk memberikan pelatihan dan pendampingan tentang dunia anak,“ ungkapnya.
Selanjutnya, kata naim, program pendampingan terlaksana atas kerjasama Satuan Istimewa Siaga Pendidikan dan Keluarga Peduli Pendidikan (Sigap Kerlip), bersama Wahana Visi Indonesia, Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sulawesi Barat, Start Fund dan pemerintah setempat. Program ini berlangsung selama dua hari di Gedung LPMP
“Pada hari pertama, 100 guru yang mengikuti pelatihan serta 15 master teacher, terlebih dahulu melakukan tes rapid antigen, untuk memastikan keamanan dari virus corona. Kegiatan ini sangat menjaga standar protokoler kesehatan dengan tetap menerapkan 3M, menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan,“ bebernya.
100 guru yang telah mengikuti pelatihan, nantinya akan diterjunkan untuk menghadapi sedikitnya 600 anak korban gempa, yang telah dibagi dalam beberapa kelompok.
“Materi yang didapatkan selama pelatihan, nantinya akan diterapkan di lokasi pengungsian, dengan harapan dapat memulihkan psikologi anak korban gempa. Para guru bebas berkreasi sesuai kondisi. Panitia kegiatan juga menyiapkan segala kebutuhan yang diperlukan selama berhadapan langsung dengan anak di lapangan,“ pungkas Naim. (thaya/sur)











Komentar