oleh

Ada 78 Jenis Narkoba Baru di Indonesia Akhir 2020

MAMUJU- Kepala Badan Nasional Narkoba Provinsi Sulawesi Barat (BNNP Sulbar), Brigjen Pol Sumirat Dwiyanto, mengatakan ada sekitar 78 jenis Narkoba baru di Indonesia tercatat di akhir 2020.

“Akhir tahun 2020 ditemukan 78 jenis Narkoba baru di Indonesia,” kata Sumirat, dalam kegiatan Release Akhir Tahun BNNP Sulbar, Rabu (23/12/2020).

Menurut Sumirat, berdasarjan hasil penelitian LIPI ada 2248 pecandu di Sulbar, meski kecenderungan terjadi penurunan.

Dalam situasi darurat ini, BNNP telah kerja sama pemerintah daerah, TNI dan Polri. Salah satu kesepakatannya adalah dilakukan pengurangan. Jika penggunanya berkurang pasti terjadi penurunan pasar.

Baca Juga  Fasilitas Toilet Rumah Sakit Dikeluhkan, Ini Sikap Ombudsman Sulbar

Upaya lain adalah meningkatkan kesadaran masyarakat, yakni mengajak masyarakat baik pecandu maupun pengedar termasuk keluarganya untuk aktif menyadarkan soal penggunaan narkoba.

“BNN sudah mengajak kepala desa di Polman dan Mateng untuk bersama-sama mencegah penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Salah satu contohnya, kata Sumirat, P4GN sudah mulai dianggarkan beberapa desa dengan menggunakan dana desa tahun 2021.

Baca Juga  Krisis Air Bersih, Kampus Umar Usman Bersama Laznas Wiz Bangun Sumur Bor untuk Warga Majene

Pecandu Narkoba di Silbar sudah menjangkau1373 atau 7,47 persen dari jumlah penduduk Sulbar pada 2020. Namun, mengalami penurunan dibanding 2019 akibat pandemi covid-19.

“Mengantisipasi perkembangannya dibentik kader anti Narkoba sebagai garda terdepan, termasuk organisasi wanita seperti penggerak PKK, majelis taklim, dan lain-lain,” ucap Kepala BNNP Sulbar.

Inovasi pencegahan, pertama ada call center, supaya masyarakat mudah menjangkau.

“Tidak usah takut menghubungi BNN. Alhamdulillah, beberapa pecandu datang sendiri ke BNN,” kilah Sumirat, di depan wartawan di Lantai 2 Kantor BNNP Sulbar.

Baca Juga  Mahasiswa Aqidah Filsafat UIN Bandung Galang Donasi untuk Sulbar dan Cimanggung

Ia menambahkan, sejak 2015-2019 BNNP Sulbar sudah merehabilitasi 1839 ditambah 155 pecandu tahun 2020, baik rawat jalan maupun inap.

Dari 155 ada 24 pecandu di Badokka, Makassar dan balai rehabilitasi Tanah Merah, Samarinda. Dengan persentase pecandu berdasarkan usia yakni 53% 15-24 tahun dan 47 % usia 25-60 tahun.(sur/red)

Komentar

News Feed