MAMUJU – Ketertinggalan sektor pendidikan di Sulawesi Barat, secara bertahap mulai berubah. Bahkan, dalam dua tahun terakhir menunjukan progres makin menggembirakan. Nama Provinsi Sulawesi Barat pun mulai sering disebut dengan beberapa prestasi di bidang pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulbar, Gufran Darma Dirawan menyebut beberapa capaian sebagai bentuk keberhasilan dan merupakan perubahan mendasar di bidang pendidikan. Antara lain, sepuluh besar dalam pemeringkatan nasional program Pembatik (pembelajaran menggunakan TIK) tahun 2021. Pada program tersebut, Sulbar rangking enam nasional. Bahkan, rangking utama dalam persentase.
Pada program KIHAJAR 2021 berbasis science technology engineering and mathematics, Sulbar masuk sepuluh besar. Bahkan, salah satu peserta dari Sulbar meraih rangking pertama bidang geometri.
“Capaian ini menandakan adaptasi teknologi dalam era industrial 4.0 telah terwujud di Sulbar,” ujar Gufran.
Program KIHAJAR (kita harus belajar) adalah wadah eksplorasi digital bagi siswa seluruh jenjang lewat pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berbasis science, technology, engineering, and mathematics (STEM). Tujuannya, memberi ruang kemerdekaan bagi para siswa dan guru dalam proses belajar untuk meningkatkan kemampuan literasi, numerasi, pendayagunaan TIK dan pendidikan karakter.
Kadis Dikbud menjelaskan, capaian lain Sulbar, adalab peringkat tujuh nasional jumlah siswa yang masuk ke perguruan tinggi, yaitu sebanyak 8.049 orang.
“Selain itu, rangking satu bidang science dan tehnology dengan APK 37.8 persen. Lebih tinggi dari APK nasional 32 persen,” jelas mantan PR IV Universitas Negeri Makassar (UNM) ini.
Sulbar juga rangking tiga gren TIK (Teknologi Informasi Komputer) Nasional bidang SMA, rangking 4 bidang SMK, rangking 8 bidang SLB. Capaian tersebut, mengangkat nama Sulbar pertama kalinya dalam sejarah masuk dalam 10 besar pemeringkatan nasional.
Dalam bidang inovasi, siswa Sulbar meraih juara dua Lomba Karya Ilmiah Remaja LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia). “Wakil dari Sulbar akan mengikuti kompetisi pada lomba yg sama tingkat dunia di Jepang. Selain itu, beberapa Lomba di bidang kebahasaan, SMA 1 Polewali masuk 6 besar nasional,” jelas Gufran. (emd/red)
Editor: Sulaeman Rahman











Komentar