Mamuju – Dewan Pers berharap peristiwa pembunuhan wartawan di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, serius diungkap karena ini terkait reputasi dan nama baik kepolisian.
“Meminta agar polisi serius ungkap kasus ini, karena menjadi pertaruhan nama baik polisi,” tegas Wakil Ketua Dewan Pers, Hendry CH Bangun, kepada Fakta79.net, Sabtu malam (22/8).
Dalam proses pengungkapan agar transparan, kata Hendry, supaya semua percaya pada kredibiltas kepolisian.
Hendry meminta, pihak berwenang memberi perhatian pada kasus ini bisa terungkap dalam waktu cepat, apakah ada kaitannya dengan pekerjaan almarhum sebagai wartawan.
“Wartawan bekerja untuk kepentingan publik sehingga apabila ada yang keberatan agar menyalurkan sesuai mekanisme yang ada, yakni melalui Dewan Pers sesuai dengan UU Pers,” kilah mantan Sekretaris Jenderal PWI Pusat dua periode ini.
Hendry mengimbau, semua komunitas pers memberi dukungan kepada keluarga korban, dan galang solidaritas sesama orang pers. Selalu ingat masalah keamanan dalam meliput dan memberitakan.
Kasus pembunuhan Demas Leira (28) terjadi di Dusun Salubijau, Desa Tasokko, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Rabu (19/8). Korban ditemukan terkapar di pinggir jalan oleh warga setempat dengan sejumlah luka tusuk di bagian ketiak kiri dan dada.
Demas Leira diketahui bekerja pada dua media, yakni kabardaerah.com dan indometro.id. Identitas korban ditemukan polisi di TKP sesuai id-card atau kartu pers yang dibawa korban.
(Sur/Fakta79.net)











Komentar