oleh

Kisruh Soal Koalisi PDIP-Demokrat, PDIP Sulbar: Keputusan DPP Kita Tunduk

Siberindo.co, Mamuju – Terkait pernyataan Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDIP, Djarot Saiful Hidayat, tentang PDIP tidak akan koalisi dengan Demokrat dan PKS di Pilkada serentak 2020, ditanggapi oleh Sekretaris PDIP Sulbar Charles Eiseman.

Ia mengatakan, semua itu belum berfomasi dengan baik. Mas Djarot mengatakan demikian itu karena ada dinamika dari daerah-daerah, teman-teman PDIP merasa dikerjain oleh partai lain.

Seperti yang terjadi di Solo, setelah terjadi persamaan visi antara mas Achmad Purnomo dan mas Gibran, lalu sepakat Gibran yang maju, tiba-tiba ada ada partai yang tidak mendukung mas Gibran dan mendorong Ahmad Purnomo.

“Ya jelas Achmad Purnomo tidak mau. Mas Achmad Purnomo sudah sepakat memajukan mas Gibran Rakabuming Raka – Teguh Prakosa, dan ada partai lain yang meminta mas Achmad Purnomo untuk maju berkompetisi dengan mas Gibran. Dalam konteks itu mas Achmad Purnomo tidak mau dan sebagai manifestasi kekaderan,” jelas Charles, kepada Fakta79.Net, Kamis (23/7/2020).

Baca Juga  Gubernur Sulbar Apresiasi Semangat Atlet di PON XX Papua

Begitu juga kader PDIP di Medan, yakni calon walikota pun sama yang terjadi di Solo.

Dalam banyak hal, ada laporan dari daerah-daerah bahwa urusan internal PDIP banyak “diintervensi” oleh partai lain. Bagi PDIP merupakan sebuah pendidikan politik yang etis dan beradab dan tidak mencampuri urusan rumah tangga partai lain.

“Kita tidak hanya berkompetisi untuk memenangkan pilkada, tapi harus ada nilai yang dibangun diatas kompetisi dimaksud, sehingga masyarakat memahami politik itu santun dan beradab berdasarkan nilai-nilai Pancasila,” ucapnya.

Baca Juga  Dinilai Diskriminatif, Masyarakat Sipil Gugat JKN

Itulah sebagai kedongkolan teman-teman PDIP, sehingga Djarot memformulasikan bahwa disamping dinamika itu, juga kita harus menyamakan persepsi sebagai partai pengusung pememrintah Jokowi-KH. Ma’ruf. Kerjasama itu harus ditingkatkan

“Jadi disitu titik masalahnya,” sebut Charles.

Bagi PDIP, bila ada masalah dengan teman-teman partai lain, PDIP tidak pernah ributkan.

“PDIP jaga etika politik, apalagi menjanji partai-partai lain,” pungkasnya.

Mas Djarot sebagai Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi merasa terganggu dengan laporan-laporan teman-teman di daerah kemudian memformulasi begitu.

Namun, kata Charles, soal formulasi Djarot, DPP belum mengambil keputusan berkoalisi atau tidak.

“Belum ada keputusan DPP soal itu,” akunya.

“Ingat, PDI Perjuangan tidak akan melakukan intervensi terhadap urusan internal partai lain, kecuali partai tidak mengintervensi urusan internal PDIP seperti membajak kader PDIP untuk dimajukan di Pilkada. Itu manifestasi politik tanpa kelas, tidak bermoral dan tidak beradab dalam tata nilai politik yang berazaskan Pancasila,” tegas Charles.

Baca Juga  Masuki Triwulan III Serapan Anggaran Rendah, Gubernur Geram Banyak OPD Keluar Daerah

Soal pencalonan kader PDIP berpasangan Demokrat dj Pilkada Mamuju, Charles tidak berkomentar banyak. “Intinya kita menunggu keputusan DPP,” ujarnya.

Charles menambahkan, setiap partai menginginkan kadernya maju,namun apapun yang terjadi harus tunduk kepada keputusan DPP.

Disinggung soal rekomendasi untuk Pilkada Mamuju, Charles menegaskan, PDIP Sulbar tidak dalam wilayah disitu.

“Kita tidak dalam wilayah itu, kita tidak bisa memutuskan, itu kewenangan sepenuhnya DPP. Kalau ada yang memutuskan itu artinya dia tidak paham undang-undang,” pungkasnya. (Us/Fakta79.Net)

Komentar

News Feed